Mengenal Tiga Tingkatan PR

PRINDONESIA.CO | Selasa, 23/02/2021
Ada tiga kegiatan utama PR yakni technical, managerial, dan strategies
Dok. Istimewa

Untuk menjadi agen perubahan (agent of change), PR atau corporate communication harus meningkatkan pengetahuan mengenai perkembangan PR yang terjadi saat ini. Dengan diikuti sikap profesional yang mencerminkan kredibilitas dan dapat dipercaya.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - “Kaitan dengan perilakunya, harus sesuai apa yang diucapkan dan apa yang dilaksanakan,” kata Elizabeth Goenawan Ananto, pendiri EGA briefings, saat menutup acara International Public Relations Summit (IPRS) 2020, akhir tahun lalu.

Merujuk kepada Gold Paper PR Indonesia tahun 2007, kajian yang melibatkan lebih dari seribu  responden, ada tiga kegiatan utama PR. Antara lain, technical, managerial dan strategies. Di tingkat technical, PR menangani hal-hal teknis seperti menyebarluaskan informasi, promosi informasi, protokol dan kegiatan seremonial dan kegiatan teknis lain yang ditugaskan oleh atasannya.

Di tingkat teknikal, PR difungsikan sebagai pelaksana tehnis yang berakitan dengan distribusi informasi, media relations, merespons keluhan pelanggan, PR sebagai tehnical sebatas menghasilkan produk-produk komunikasi.

Di tingkat manajerial, PR berfungsi melakukan perencanaan seperti communication planning dan environmental scanning. Tercatat sebanyak 74,2% responden melakukan communication planning, lebih banyak dibandingkan melakukan daripada environmental scanning.

Di tingkat ini, PR difungsikan untuk mengubah sikap publik dari awareness, knowledge, understanding, perception, believe, attitude,dan behavior. Target PR di tingkat ini adalah sebagai agen perubahan yang secara konseptual dikenal dengan 7 step of change.

Menurut Ega, sapaan karib Elizabeth, temuan ini menarik. Sebab, dari referensi yang ia himpun, sebelum PR melaksanakan program komunikasi, langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah environmental scanning. Tujuannya,  untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi, isu yang sedang berkembang, siapa yang terkena dampak baik positif  maupun negatif dari isu tersebut, baru kemudian mereka merumuskan program komunikasi. 

Sementara itu, peran PR di tingkat strategis atau professional diarahkan untuk meningkatkan reputasi, brand equity, relationship dan leadership. Pada tingkat strategis, peran PR adalah untuk mencapai value positioning. (rha)