Gerakan Perubahan Perlu Kolaborasi 

PRINDONESIA.CO | Senin, 18/11/2019 | 2.444
Gandeng banyak mitra.
Ratna/PR Indonesia

Minimnya pengetahuan tentang cara kebersihan toilet dan kamar mandi di Indonesia menginisiasi Vixal untuk mendorong gerakan perubahan.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Riset menunjukkan 70 persen rumah tangga Indonesia belum membersihkan kamar mandi dan toilet dengan benar. Kondisi ini membuat masyarakat kita rentan terpapar 100 juta kuman yang berisiko menyebabkan penyakit. Mulai dari diare, gangguan pencernaan, pernapasan, hingga kulit. Bahkan menurut Stevia Angesty, sociopreneur di bidang sanitasi, diare yang berkelanjutan berkolerasi menyebabkan stunting. Kondisi ini tentu saja mengancam kesehatan dan kecerdasan generasi bangsa, di samping menghambat pencapaian sustainability development goals.

Jelang peringatan Hari Toilet Sedunia yang diperingati tiap tanggal 19 November 2019, Vixal mengundang para pewarta di Jakarta, Senin (18/11/2019) untuk menekankan kembali pentingnya edukasi sebagai bagian dari komunikasi dan gerakan perubahan. Langkah ini telah gencar dilakukan oleh salah satu brand Unilever tersebut sepanjang tahun 2019. Meski begitu, Antonius Pandu, Senior Brand Manager Cleaners Unilever Indonesia, menyadari gerakan perubahan tak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi pun menjadi kunci.

Antara lain, menggandeng PKK dan Posyandu untuk mengedukasi para ibu sebagai agen perubahan mengenai pentingnya toilet dan kamar mandi yang bersih dan sehat, termasuk cara membersihkannya. Hingga saat ini program edukasi telah merangkul 150.000 ibu-ibu yang tersebar di delapan kabupaten. "Daerah yang kami sentuh adalah bagian dari 100 kabupaten prioritas stunting yang ditetapkan oleh pemerintah," kata Pandu di acara yang turut dihadiri Ayu Dewi selaku brand ambassador.

Edukasi juga dilakukan kepada para siswa dan guru sekolah dasar (SD). Melalui program Sekolah Sehat Unilever, Vixal mengedukasi lebih dari 1,5 juta siswa di lebih dari 8.000 SD se-tanah air. Edukasi dilakukan dalam bentuk pemaparan, pelatihan dan pembagian booklet kepada guru dan siswa dokter cilik.

Mereka juga bekerja sama dengan Badan Zakat Nasional (Baznas) dan Feelwell Ceramics untuk menyediakan 25 fasilitas sekaligus mengedukasi pentingnya sanitasi sehat di dua desa di Lombok Utara yang menjadi bagian dari 100 daerah prioritas stunting. Yakni, Desa Jenggala & Sukadana. “Kampanye dan edukasi ini akan tetap menjadi agenda prioritas kami di tahun 2020 mendatang. Kami berkomitmen program ini akan dilakukan secara berkelanjutan karena kami menyadari tidak mudah melakukan perubahan,” ujar Pandu.

Gerakan ini mendapat apresiasi dari Wani Gunardi, dokter mikrobiologi klinis. Menurutnya, tak mungkin meniadakan bakteri sama sekali. Namun yang harus digarisbawahi adalah mengendalikan jumlah dan jenisnya agar tidak menjadi patogen yang dapat menyebabkan penyakit. "Yang pasti, cuci tangan menggunakan sabun setelah menggunakan toilet untuk meminimalisasi transportasi bakteri/kuman," imbuhnya. (rtn)