Direktur Utama PT LRT Jakarta Roberto Akyuwen menegaskan, seluruh persiapan operasional fase 1B Velodrome-Manggarai mulai dari aspek operasional, pelayanan maupun hingga penguatan SDM akan dilakukan secara optimal.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Pertumbuhan transportasi publik di Jakarta semakin menunjukkan arah yang positif. Hal tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan moda mobilitas yang aman, nyaman, dan andal. Menyambut momentum tersebut, PT LRT Jakarta pun menyatakan kesiapan penuh dalam pengembangan fase lanjutan (Fase 1B), baik dari sisi operasi, pelayanan, hingga sumber daya manusia.
Diketahui sepanjang 2025 LRT Jakarta telah melayani lebih dari 1,1 juta penumpang, dengan rata-rata lebih dari 3.500 penumpang per hari. Angka tersebut melampaui target harian yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, tingkat kepuasan pelanggan per Oktober 2025 juga berada pada level yang sangat tinggi, yaitu 93,85 persen, mencerminkan konsistensi kualitas layanan yang dirasakan pengguna dan menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh terhadap LRT Jakarta.
Direktur Utama PT LRT Jakarta Roberto Akyuwen menjelaskan, operasional fase 1B Velodrome-Manggarai akan dijalankan dengan persiapan matang dari aspek operasional, pelayanan maupun SDM. “Berbekal pengalaman kami dalam mengoperasikan Fase 1A, kami melakukan berbagai evaluasi, koreksi, dan inovasi berkelanjutan guna memberikan layanan yang terbaik,” ujarnya dalam siaran pers yang PR INDONESIA terima, Rabu (26/11/2025).
Roberto juga mengatakan, fase 1B merupakan kesempatan bagi LRT Jakarta untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta dalam hal kemudahan bermobilisasi. Hal tersebut mengingat depo LRT Jakarta di Kelapa Gading memiliki luas sekitar 13 hektar dengan kapasitas penampungan hingga 96 trainset atau setara 192 unit kereta, dan mampu mendukung kebutuhan operasi hingga ±135 kilometer trase.
Kompetensi SDM
Kompetensi sumber daya manusia menjadi aspek penting lain yang juga diperkuat LRT Jakarta menyusul operasional fase 1B melalui sejumlah pelatihan seperti tentang aspek teknis, pelayanan, hingga penanganan keadaan darurat.
Tujuannya, lanjut Roberto, agar para karyawan dapat memastikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. “Modul pelatihan meliputi simulasi operasional, kepemimpinan, komunikasi efektif, serta inovasi berbasis design thinking yang dirancang agar tercapainya improvement system, teknologi, hingga ekosistem hijau di lingkungan LRT Jakarta,” tambahnya.
Ke depan, tandas Roberto, LRT Jakarta akan terus meningkatkan kualitas maupun keandalan operasional untuk mengukuhkan posisi sebagai operator transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif untuk seluruh pengguna. (EDA)
- BERITA TERKAIT
- Menengok Strategi dan Komunikasi Pemprov Soal Penyesuaian Tarif Transjakarta
- Perkuat Kepercayaan Pelanggan, Perumda Tirtanadi Akan Tambah Dua Sumber Mata Air
- Meta PHK 8.000 Karyawan di Tengah Ekspansi AI, Mark Zuckerberg Akui Buruknya Komunikasi Internal
- AMEC Perkenalkan GEO Principles, Standar Baru Ukur Reputasi di Era AI
- Bank BPD DIY Perkuat Kolaborasi dengan RS Bethesda Dukung Pasar UMKM Herbal