Tiga perusahaan paparkan strategi komunikasi ubah sampah jadi aset ekonomi pendidikan dan UMKM di sesi penjurian PRIA 2026 kategori Komunikasi SR.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Isu sampah di Indonesia menuntut intervensi yang serius, dan tidak bisa hanya dipandang sebagai masalah kebersihan semata. Sesi penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 kategori Komunikasi SR (Social Responsibility), Rabu (7/1/2026), mengungkap bagaimana strategi komunikasi sejumlah perusahaan dapat membingkai ulang isu tersebut. Lewat komunikasi, pemahaman publik digugah untuk memandang sampah sebagai sesuatu berharga yang dapat membiayai pendidikan hingga memberdayakan usaha kecil (UMKM).
PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manggis misalnya, mengusung program Keliki Smart Education. Disampaikan oleh Community Development Officer PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manggis Prajna Paramita Megawati, di sana pihaknya mengintegrasikan narasi pelestarian budaya dengan ekonomi sirkular pada Desa Keliki, Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.
Berkat inisiatif itu, kata Prajna, lebih dari 120 siswa sekolah dasar di desa wisata tersebut kini telah mendapatkan akses pendidikan nonformal berkualitas. "Kami ingin menanamkan pola pikir bahwa memilah sampah sama dengan berinvestasi untuk pendidikan anak-anak, sehingga budaya cinta lingkungan tumbuh bersamaan dengan karakter cerdas," ujarnya menyoroti salah satu tantangan utama implementasi program.
Secara outcome, terang Prajna, program tersebut dapat dibilang berhasil mengubah perilaku warga. Hal itu ditandai dengan partisipasi aktif penyetoran sampah yang konsisten. Perubahan perilaku ini menghasilkan impact nyata berupa pengelolaan enam ton sampah per tahun yang tidak berakhir di TPA, dan penurunan emisi karbon sebesar 36 ton CO2. “Selain dampak lingkungan, program ini juga memberikan impact ekonomi berupa tabungan warga yang mencapai Rp12 juta pada tahun 2025,” imbuhnya.
Sedikit berbeda, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga mengusung program Biokonversi Sampah Organik (Biokosmo) di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Komunikasi perusahaan pada program ini berfokus pada efisiensi pengelolaan sampah menjadi produk bernilai seperti maggot dan kompos. Upaya ini berhasil mencatatkan omzet bulanan rata-rata Rp2,9 juta bagi setiap anggota kelompok yang berjumlah lebih dari 70 UMKM.
Community Development Officer PT Pertamina Hulu Sanga Sanga Mega Mutiara Ekasari, menilai keberhasilan program tersebut terletak pada bukti nyata ekonomi. "Ketika masyarakat melihat sampah organik yang biasanya bau bisa berubah menjadi cuan lewat budidaya maggot, di situlah partisipasi aktif mulai terbangun secara organik," jelasnya kepada dewan juri.
Literasi Keuangan Lewat Gerakan Lingkungan
PT Jalin Pembayaran Nusantara memilih jalur yang kontras dari dua perusahaan pelat merah di atas dengan menggabungkan isu lingkungan dan literasi finansial. Lewat program bertajuk #ReusewithPurpose, mereka mengajak pelaku usaha mengelola limbah sembari meningkatkan pemahaman keuangan digital. Inisiatif kreatif ini mengusung semangat utama untuk memperpanjang usia barang dan memperluas arti kebaikan.
Disampaikan oleh Head of Corporate Communications & Affairs PT Jalin Pembayaran Nusantara Diorezky Yoga Pratama, dalam implementasi program pihaknya menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik. "Kami percaya bahwa pelaku UMKM tidak hanya harus ramah lingkungan, tetapi juga harus melek finansial agar bisnis mereka bisa berkelanjutan dalam jangka panjang," tuturnya.
Meski sangat baik secara program, tetapi dewan juri menyoroti aspek pengukuran kinerja komunikasi seperti menggunakan AMEC Integrated Evaluation Framework yang tidak tersentuh oleh perusahaan berbasis teknologi layanan keuangan itu dan juga PT Pertamina Hulu Sanga Sanga.
PRIA 2026
PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.
PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.
Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.
Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.
Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (Arfrian R.)
- BERITA TERKAIT
- Penjurian PRIA 2026 Kategori Public Affairs: Mendukung Kelancaran Operasional
- Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Memberikan Perlindungan
- Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Mengubah Resistensi Budaya Lama
- Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Dari Limbah Menjadi Nilai
- Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Tentang Kesenjangan Talenta Digital