HOME » EVENT » PRIA

Penjurian PRIA 2026 Kategori Komunikasi SR: Memberikan Perlindungan

PRINDONESIA.CO | Jumat, 09/01/2026
Communication Lead Arinda Wahyuningtyas PT Takeda Innovative Medicines dalam penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 pada kategori Komunikasi SR, Kamis (8/1/2026)
doc/PR INDONESIA

Dua perusahaan dalam penjurian PRIA 2026 hari keempat, Kamis (8/1/2026) membuktikan bahwa strategi komunikasi yang terencana mampu melahirkan perlindungan nyata dan perubahan berkelanjutan.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sejumlah peserta dalam penjurian PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026 pada kategori Komunikasi SR, Kamis (8/1/2026), menghadirkan warna-warni program unggulan dengan fokus yang berbeda. Ada yang menggagas program konservasi pesut Mahakam, dan ada pula program pencegahan kekerasan terhadap perempuan. Meskipun bergerak di ranah berlainan, keduanya memiliki irisan yang kuat dalam upaya memberikan perlindungan.

Adapun program konservasi digagas oleh PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Disampaikan oleh Head of Comrel & CID Achmad Krisna Hadiyanto, program bertajuk Komik Pesut Mahakam yang berjalan di Desa Pela itu menjadi respons perusahaan atas tantangan serius pelestarian pesut di habitat aslinya yaitu Sungai Mahakam dan Sungai Pela. “Pesut sebagai mamalia endemik Indonesia kini berstatus critically endangered dan data menunjukkan  sekitar 66 persen kematian pesut disebabkan oleh jeratan jaring nelayan, diperparah oleh degradasi ekosistem Sungai Mahakam yang semakin tercemar,” ujarnya.

Achmad menjelaskan, program tersebut berjalan di atas kolaborasi multi-stakeholder. Dalam praktiknya, pihaknya melaksanakan Forum Komunikasi Masyarakat (FKM), forum group discussion (FGD), pelatihan, sosialisasi dan edukasi yang melibatkan masyarakat, akademisi, pemerintah dan media. “Dalam penyebaran pesan, PHM juga memperkuat melalui pendekatan PESO (Paid, Shared, Earned, Owned Media) dengan pendekatan edukatif dan partisipatif di kanal digital,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pengukuran, lanjut Achmad, lebih dari 50 konten disampaikan dalam forum berskala nasional hingga internasional. Hal tersebut turut mendapat perhatian media, termasuk liputan dari National Geographic Indonesia. Dampaknya juga ditandai dengan penurunan angka kematian pesut akibat jeratan jaring nelayan yang mencapai nol persen, terbentuknya relawan Ranger Pesut sebagai garda terdepan konservasi, serta penerapan inovasi pinger akustik yang disosialisasikan langsung kepada nelayan. 

Perubahan Nyata

Sementara program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dijalankan PT Takeda Innovative Medicines melalui program Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK). Communication Lead Arinda Wahyuningtyas mengungkapkan, program ini berangkat dari realitas bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan masih sering dipersepsikan sebagai persoalan personal, bukan kegagalan sistem.

Padahal, jelas Arinda, data SPHPN 2024 mencatat satu dari empat perempuan Indonesia usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya, sementara banyak kasus tak pernah terlaporkan akibat stigma dan terbatasnya akses layanan. Dalam konteks ini, Arinda menekankan, tantangan terbesar bukan hanya soal rendahnya kesadaran publik, tetapi terputusnya sistem layanan di tingkat komunitas. “Tanpa sistem yang jelas dan dipercaya, komunikasi publik berisiko menjadi kampanye tanpa dampak,” ujarnya.

Oleh karena itu, terang Arinda, strategi PIHAK tidak dimulai dari kampanye besar, tetapi dari penguatan aktor garis depan seperti tenaga kesehatan, pekerja sosial, aparat desa, dan organisasi masyarakat sipil. “Komunikasi diarahkan untuk membangun kesepahaman lintas sektor, memperjelas alur rujukan layanan, serta kolaborasi komunitas untuk mendorong perubahan norma sosial yang selama ini membungkam korban,” paparnya.

Dari sisi capaian program, Arinda mengatakan, program tersebut menghasilkan 97 pemberitaan media dengan lebih dari 153 juta impresi. Sementara dampak jangka panjangnya terlihat dari hadirnya standarisasi layanan pendampingan penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan (KTPAP) yang diadopsi oleh Kementerian PPPA dan Kementerian Sosial, dengan sistem perlindungan berbasis komunitas lebih kuat, dan akses layanan dan kualitas respons terhadap penyintas yang semakin meningkat.

Mengapresiasi inisiatif program yang dijalankan PT Takeda Innovative Medicines, CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan menegaskan pentingnya strategi komunikasi yang ditopang oleh standarisasi pelayanan. Menanggapinya, Arinda pun menjelaskan bahwa peran swasta adalah mendorong dan memperkuat standarisasi tersebut, meski implementasi tetap berada di tangan pemerintah. “Yang terpenting adalah memastikan publik memahami apa yang harus dilakukan ketika mengalami kekerasan, ke mana harus mencari bantuan sehingga perubahan norma sosial dapat terwujud, dan upaya perlindungan tidak berhenti ketika program berakhir,” tandas Arinda.

PRIA 2026

PR INDONESIA Awards (PRIA) merupakan ajang kompetisi kinerja kehumasan/public relations (PR) paling komprehensif di Indonesia yang ditujukan untuk mengukur dan mengapresiasi kinerja komunikasi instansi pemerintahan maupun korporasi sepanjang satu tahun.

PRIA 2026 terbuka bagi peserta dari Kementerian, Lembaga Negara, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kab/Kota), BUMN, Anak Usaha BUMN, BUMD, Korporasi Swasta Nasional, Korporasi Swasta Multinasional, Perguruan Tinggi (PTN/PTS), Non Government Organization (NGO), Badan Layanan Umum (BLU), Agensi PR, hingga Satuan Kerja Organisasi/Lembaga.

Adapun kategori yang dikompetisikan pada tahun ini meliputi OWNED MEDIA (Majalah Internal, Video Profil), KANAL DIGITAL (Aplikasi, Website, Media Sosial), MANAJEMEN KRISIS (Praktis, Krisis dan Paskakrisis), LAPORAN TAHUNAN (Annual Report, Sustainability Report), PROGRAM KOMUNIKASI SOCIAL RESPONSIBILITY (Keberlanjutan Bisnis Perusahaan (Sustainability Business), Pemberdayaan Masyarakat (Community Based Development)), PROGRAM PR (Program Marketing PR, Program Government PR, Program Corporate PR, Program Digital PR), DEPARTEMEN PR, PUBLIC AFFAIRS (Stakeholder Management Excellece), dan BEST OF THE BEST ACHIEVEMENT yang akan diberikan khusus kepada korporasi/lembaga/organisasi yang berhasil mendapat trofi terbanyak di seluruh kategori.

Pengumuman dan undangan pemenang PRIA 2026 akan dirikim pada 13 Januari 2026, dan puncak penghargaan akan berlangsung pada 13 Februari 2026.

Ikuti terus perkembangan PRIA 2026 hanya di prindonesia.co dan humasindonesia.id. (EDA)