Ini Komitmen BSI Dorong Pembiayaan UMKM

PRINDONESIA.CO | Selasa, 11/06/2024 | 2.675
Bank BSI dorong UMKM naik kelas berdaya saing di pasar domestik dan internasional.
Foto Bank BSI

Bank Syariah Indonesia (BSI) berkomitmen meningkatkan pembiayaan bagi UMKM untuk membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Seperti apa?

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berkomitmen untuk terus meningkatkan pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Alasannya karena UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan penyerap lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan rasio kredit perbankan ke UMKM.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, BSI terus berupaya meningkatkan kontribusi untuk membantu para pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan berdaya saing di pasar domestik dan internasional. Salah satu caranya adalah dengan mendorong pembiayaan bagi UMKM.

Hingga Mei 2024, BSI telah menyalurkan pembiayaan kepada UMKM sebesar Rp46,69 triliun atau tumbuh 17,05% secara tahunan. “Tren pembiayaan UMKM BSI terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah pelaku UMKM dan masyarakat yang mulai melihat perbankan syariah sebagai alternatif pembiayaan,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (11/6/2024).

Salah satu upaya BSI dalam mengembangkan UMKM adalah melalui UMKM Center yang ada di tiga daerah, yaitu Aceh, Yogyakarta, dan Surabaya di Jawa Timur. Saat ini, BSI memiliki 3.156 UMKM binaan di ketiga wilayah tersebut. BSI UMKM Center adalah program pemberdayaan wirausahawan melalui pelatihan, pembinaan, dan pendampingan bisnis. UMKM Center juga bisa menjadi tempat untuk berkonsultasi dan mendapatkan sertifikasi halal yang difasilitasi BSI.

BSI memiliki dua program unggulan untuk meningkatkan minat wirausaha muda untuk naik kelas, yaitu Talenta Wirausaha BSI yang sudah dimulai sejak 2021 dan BSI Aceh Muslimpreneur mulai 2023. Lewat kedua program tersebut, sudah ada lebih dari 12 ribu alumnus Talenta Wirausaha BSI dan 2.200 alumnus Aceh Muslimpreneur. “Pembiayaan UMKM BSI berfokus pada bisnis-bisnis yang resilience, kuat, dan berkelanjutan. Ini karena BSI ingin memberikan manfaat tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga bagi alam melalui pembiayaan yang berkelanjutan,” sambungnya.

BSI juga mendorong perluasan akses pada pembiayaan syariah melalui BSI Agen. BSI saat ini memiliki 90.628 BSI Agen yang menghasilkan 4,8 juta transaksi dengan volume transaksi senilai Rp11 triliun. BSI Agen ini tidak terbatas hanya pada pemilik usaha. Kalangan pengurus masjid atau musala, pondok pesantren, dan koperasi syariah juga dapat menjadi Agen BSI. “BSI sadar  inklusi keuangan syariah masih menjadi tantangan saat ini. Oleh karena itu, BSI Agen menjadi ujung tombak BSI di seluruh pelosok Indonesia agar masyarakat yang selama ini unbanked bisa mendapatkan layanan keuangan syariah yang sama,” pungkasnya. (adv)