Bank BPD DIY Perkuat Kolaborasi dengan RS Bethesda Dukung Pasar UMKM Herbal

PRINDONESIA.CO | Jumat, 29/05/2026
Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat strategi kolaborasi lintas sektor melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM herbal di lingkungan RS Bethesda Yogyakarta.
Dok. Bank BPD DIY

Bank BPD DIY memperkuat kolaborasi dengan Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta guna memperluas akses pasar produk UMKM herbal sekaligus mendorong penguatan ekosistem ekonomi lokal berbasis layanan kesehatan.

YOGYAKARTA, PRINDONESIA.CO - Bank BPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus memperkuat strategi kolaborasi lintas sektor melalui dukungan terhadap pengembangan UMKM herbal di lingkungan RS Bethesda Yogyakarta. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat sinergi antara sektor perbankan, layanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan yang berlangsung di RS Bethesda Yogyakarta, Bank BPD DIY menegaskan komitmennya sebagai bank pembangunan daerah untuk menghadirkan dukungan nyata bagi UMKM, khususnya sektor herbal yang dinilai memiliki potensi besar di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk kesehatan alami.

Adapun bentuk kolaborasi tersebut, Bank BPD DIY memberikan dukungan dengan menyediakan display Jamu 'Gawe Muda' di Galeri Wedang Jamu Bethesda. "Inisiatif ini merupakan langkah nyata Bank BPD DIY dalam menyediakan sarana bagi masyarakat untuk mengakses produk kesehatan tradisional berkualitas," demikian kata Bank BPD DIY dikutip dari laman resmi mereka, Kamis (21/5/2026).

Hal tersebut dilakukan untuk memperluas akses pasar sekaligus memberi peluang bagi produk herbal binaan CD Bethesda Yakkum agar dapat diperkenalkan secara langsung kepada nasabah maupun masyarakat umum.

Di sisi lain, keberadaan Galeri Wedang Jamu Bethesda turut mendukung kelompok UMKM herbal binaan dalam memperluas jangkauan pemasaran serta meningkatkan daya saing produk herbal yang mereka hasilkan.

Kegiatan tersebut mencerminkan kolaborasi yang erat antara sektor perbankan, institusi kesehatan, dan UMKM. Sinergi ini diharapkan terus diperkuat guna mendukung pembangunan kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di wilayah Yogyakarta.

Tak hanya itu, melalui kerja sama tersebut, produk-produk herbal UMKM binaan memperoleh ruang promosi dan akses distribusi yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya di lingkungan layanan kesehatan. Kehadiran produk UMKM di area rumah sakit dinilai dapat memperluas eksposur sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap produk lokal.

“Stakeholder Relations”

Dari perspektif komunikasi dan public relations (PR), langkah Bank BPD DIY menunjukkan pentingnya pendekatan stakeholder relations dalam membangun reputasi organisasi. Kolaborasi dengan institusi kesehatan dan pelaku UMKM tidak hanya memperkuat citra perusahaan sebagai lembaga keuangan daerah, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan berbagai pemangku kepentingan.

Konsep tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan R. Edward Freeman dalam Strategic Management: A Stakeholder Approach (1984). Edward menekankan bahwa keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi kemampuan membangun relasi dengan berbagai kelompok yang terdampak oleh aktivitas perusahaan, termasuk komunitas lokal, mitra institusi, dan masyarakat.

Dalam konteks komunikasi korporasi, pendekatan berbasis pemangku kepentingan dinilai makin relevan karena publik kini tidak hanya menilai perusahaan dari aspek bisnis, tetapi juga kontribusi sosial dan keberpihakannya terhadap pengembangan masyarakat.

Kajian lain mengenai strategi kolaborasi dan sinergi organisasi juga menunjukkan bahwa hubungan antarlembaga dapat memperkuat performa institusi sekaligus meningkatkan efektivitas strategi pemasaran dan pelayanan. Penelitian Akhmad Muhammadin dkk. berjudul Effects of Dynamic Capability and Marketing Strategy on the Organizational Performance of the Banking Sector in Makassar, Indonesia (2020) menyebutkan strategi kolaboratif dan kemampuan adaptasi organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja sektor perbankan.

Dalam praktik komunikasi publik, kolaborasi seperti yang dilakukan Bank BPD DIY dinilai tidak hanya memperluas manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat legitimasi sosial perusahaan di mata publik. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap keberlanjutan dan dampak sosial institusi, sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dari strategi komunikasi dan reputasi organisasi modern. (Fadhil Pramudya)