Perkuat Komunikasi Internal, United Tractors Gelar AHEMCE CommFest 2026

PRINDONESIA.CO | Jumat, 21/08/2026
Gelaran AHEMCE Communication Festival (CommFest)  2026.
doc/UT

Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT Dianwahyu Sri Purnomo menegaskan bahwa adanya komunikasi yang efektif bagi dijalankan setiap insan UT nantinya dapat merepresentasikan perusahaan dan nilai positif dalam lingkungan kerja maupun ruang digital.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi semata ditentukan strategi bisnis atau kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi setiap individu di dalamnya. Kesadaran akan hal tersebut ada pada PT United Tractors Tbk (UT) yang menggelar forum komunikasi perusahaan dari grup lini bisnis Astra bertajuk Astra Heavy Equipment, Mining, Construction, and Energy (AHEMCE) Communication Festival (CommFest) 2026. Secara garis besar, acara tersebut bertujuan memperkuat budaya komunikasi yang inklusif dan berdampak.

Mengusung tema Shaping Inclusive Impact: Communicate, Collaborate, and Contribute, disebutkan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang belajar dan kolaborasi bagi insan Grup UT. Disampaikan oleh Head of Corporate Communications and Sustainability Division UT Dianwahyu Sri Purnomo, komunikasi yang efektif menjadi fondasi penting dalam menciptakan kolaborasi yang kuat, membangun kepercayaan, serta mendorong inovasi di lingkungan kerja.

Dianwahyu mengatakan, hari ini komunikasi tidak lagi melekat sebagai media penyampaian informasi, tetapi juga menjadi penghubung yang memperkuat sinergi lintas fungsi dan membentuk budaya kerja yang adaptif. “Kami meyakini komunikasi yang terbuka dan kolaboratif akan menjadi kunci terciptanya budaya kerja adaptif dan produktif,”  ujarnya dikutip dari laman resmi perusahaan, Kamis (6/8/2026).

Dengan penyelenggaraan acara ini, Dianwahyu berharap, setiap insan perusahaan semakin memahami bahwa komunikasi bukan hanya menyampaikan pesan melainkan membangun hubungan, memperkuat kolaborasi, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan.

Peran “Employee Advocacy”

Dalam kesempatan yang sama, content creator sekaligus praktisi human esources Vina Muliana turut membagikan pengalaman dan perspektif mengenai pentingnya komunikasi yang autentik di era digital. “Setiap karyawan memiliki peran sebagai representasi perusahaan yang dapat membangun citra dan reputasi organisasi melalui komunikasi sehari-hari maupun aktivitas media digital,” ujarnya.

Selain itu, Vina menyampaikan pentingnya komunikasi yang efektif dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, strategi menghasilkan konten yang autentik dan relevan, hingga penguatan personal branding dan peran employee advocacy dalam mendukung reputasi perusahaan.

Senada dengan upaya yang digencarkan UT, Senior Manager Corporate Secretary PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Fiona Sari Utami juga pernah mengungkapkan bahwa  dukungan penuh dari manajemen terhadap komunikasi para pegawai yang menjadi corong tersebut menjadi sangat penting. “Hal ini akan membuat penyebaran informasi perusahaan lebih cepat, konsisten dan mampu memperkuat citra positif perusahaan,” ucapnya dalam sesi konferensi The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 bertajuk Dari Nilai ke Dampak: Komunikasi DEI dan ESG untuk Indonesia yang Berkelanjutan, beberapa waktu lalu. (Evira Anyelia)