Mengintip Cara Corporate Affairs Gojek Membangun Budaya Perusahaan

PRINDONESIA.CO | Minggu, 22/11/2020
Corporate Affairs turut andil dalam mendukung terciptanya budaya kerja.
Roni/PR Indonesia

Corporate Affairs turut berperan dalam membangun budaya perusahaan. Seperti yang dilakukan oleh Corporate Affairs Gojek.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Dunia kerja sudah sangat jauh berbeda di era saat ini di mana karyawannya didominasi oleh generasi muda kalangan milenial atau Y dan Z. Generasi yang memiliki karakter dan preferensi berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Seperti yang diungkapkan Nila Marita, Chief of Corporate Affairs Gojek di acara ICSA Academy yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Karakter yang dimaksud di antaranya memiliki ketergantungan tinggi terhadap teknologi, ingin selalu mengetahui perkembangan terkini dan terdepan dalam menyampaikan informasi terbaru. Selain itu, menjunjung tinggi keseimbangan antara kehidupan pekerjaan dan pribadi, jam kerja yang fleksibel, pengakuan dan kejelasan jenjang karier, transparansi, terbuka terhadap masukan, serta ingin didengar pendapatnya.

Menurut Nila, ada enam aspek yang memengaruhi budaya perusahaan. Pertama, lingkungan kerja. Pastinya harus menyenangkan serta dilengkapi fasilitas yang lengkap. Kedua, keberagaman mulai dari karakter, suku, nilai, pengalaman. Ketiga, kebijakan dan filosofi yang meliputi kode etik dan pedoman berperilaku, hingga prosedur. Keempat, kepemimpinan yang tidak egaliter dan hierarkis atau berjenjang.

Kelima, manajamen yang rutin ditinjau ulang untuk menciptakan proses kerja yang lebih sederhana tapi bermakna. Keenam, menjadikan perusahaan sebagai tempat belajar dan praktik. Dengan cara membuka kesempatan bagi setiap karyawan untuk mendapatkan kesempatan mengembangkan kompetensi, salah satunya rutin mengadakan pelatihan. “Yang terakhir ini penting untuk menanamkan pola pikir tidak cepat puas,” kata perempuan yang telah mengantongi pengalaman lebih dari 20 tahun di bidan komunikasi.  

 

Tiga Peran

Nila mengatakan, Corporate Affairs turut andil dalam mendukung terciptanya budaya kerja. Seperti yang ia lakukan bersama timnya di Gojek. Ia merangkum setidaknya ada tiga peran Corporate Affairs.

Pertama, membangun trust dan engagement antara manajemen dengan karyawan. Caranya, dengan memberikan infomasi yang transparan kepada karyawan mengenai visi, misi dan perkembangan perusahaan.

Untuk menutup celah jarak antara manajemen dengan karyawan di masa pandemi, misalnya. Internal Communication yang merupakan bagian dari Corporate Affairs bekerja sama dengan Departemen SDM (human resources) untuk mengemas berbagai agenda internal agar bisa selalu terkoneksi dengan seluruh karyawan, termasuk CEO, seperti town hall meeting.

Hingga, agenda yang bertujuan untuk membantu karyawan beradaptasi melalui masa pandemi, salah satunya dengan mengadakan program Workout from Home, atau olahraga bareng via virtual.

Kedua, memastikan kualitas dan komunikasi yang kredibel baik internal maupun eksternal. Menurut Nila, salah satu tantangan di Gojek adalah 90 persen karyawan mereka merupakan generasi milenial dengan karakter yang telah disampaikan di atas. Untuk memastikan poin yang kedua, ia beserta tim membuat kebijakan komunikasi yang menjadi pedoman bagi seluruh GoTroops, sebutan bagi karyawan Gojek. 

Mereka juga sangat mendorong seluruh karyawan untuk bisa berbagi pengalaman dan memberi kesempatan kepada mereka menjadi spokespeople Gojek. Terutama, bagi mereka yang sudah menjalani media training. Serta, memastikan Corporate Affairs sebagai penjaga gawang untuk semua informasi baik untuk ke dalam maupun ke luar.  

Terakhir, membangun rasa bangga dan  memiliki terhadap perusahaan. Nila meyakini melalui peran ini Corporate Affairs tidak hanya berkontribusi dalam membangun budaya kerja perusahaan. Lebih dari itu, meningkatkan trust, engagement, hingga loyalitas karyawan terhadap perusahaan. (rtn)