Ciptakan UKM Mendunia, BNI dan Pemda Padukan Dukungan

PRINDONESIA.CO | Rabu, 24/03/2021
Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (ketiga kanan) bersama Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati (kedua kanan), Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto (kedua kiri) meninjau salah satu stan batik binaan Pemkot Semarang sekaligus nasabah BNI yang telah menembus pasar internasional di acara UKM Semarang Go Global Bersama BNI, Semarang, Jumat, (19/3/2021).
Dok. BNI

Menguatkan usaha kecil dan menengah (UKM) tidak akan maksimal tanpa dukungan banyak pihak. Untuk itulah, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah mengadakan sharing session bagi pelaku UKM Semarang.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Tujuannya, untuk peningkatan kapabilitas dari sisi akses modal, akses pasar, dan akses digitalisasi. Upaya bersama memperkuat UKM tersebut dibungkus dalam program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI. Acara tersebut dibuka di Gedung Weeskamer, Kota Lama Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/3/2021). Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.

Pemerintah Kota Semarang meluncurkan fasilitas promosi gratis bagi pelaku UMKM di Kota Semarang melalui ToMbakIta dengan tagline “Dodolan Munggah Kelas”. Platform ini disusun sebagai upaya untuk membawa pelaku UKM agar go digital dan diharapkan dapat pula go internasional dalam mempromosikan produknya secara gratis dengan mengakses melalui website ToMbakIta.id dan Instagram @tombakita.

Adi Sulistyowati yang akrab disapa Susi mengatakan, setidaknya UKM kerap kali mengalami kesulitan akan akses permodalan, transaksi, informasi dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi, serta akses terhadap pasar global. Sehingga program UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI beserta Toko mbakITA dapat menjadi salah satu solusi menyeluruh bagi para pelaku UKM.

Melalui UKM Pemkot Semarang Go Global Bersama BNI, Susi melanjutkan, perseroan menyiapkan seperangkat fasilitas yang dapat dimanfaatkan UKM untuk naik kelas. Dari sisi pembiayaan, BNI menawarkan banyak pilihan kredit mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro dengan maksimum kredit Rp 50 juta hingga KUR Kecil dengan maksimum kredit Rp 500 juta dengan bunga hanya 6%. Selain itu ada juga Kredit BNI Wirausaha dengan plafon hingga Rp 1 miliar dan Kredit Komersial dengan batas maksimum kredit Rp 15 miliar. "Bahkan BNI memiliki Program Kemitraan untuk pelaku UKM yang belum bankable dan feasible," ujarnya.

Tahap pengajuan kredit mudah, tinggal mendatangi BNI terdekat atau mengisi BNI e-form, kemudian ada proses analisa dari petugas BNI, dan akhirnya akan diterbitkan surat keputusan kredit (SKK). Adapun dari sisi layanan digital, UKM dapat memonitor transaksi melalui e-channel BNI yakni BNI Mobile Banking dan BNI Direct, mendapatkan kemudahan transaksi dengan QRIS, serta memanfaatkan layanan BNI EDC. Dengan cara ini, UKM memperoleh BNI Banking Solution yang menyeluruh. UKM juga dapat memanfaatkan tabungan BNI Taplus Bisnis yang memang dikhususkan untuk para wirausaha di mana fasilitas yang bisa didapatkan diantaranya adalah memperoleh Mesin EDC untuk menunjang transaksi Non Cash apabila UKM memiliki outlet.

Dari sisi dukungan perluasan pasar ke kancah internasional, BNI menyiagakan kantor-kantor cabang luar negerinya untuk  membantu UKM dalam menemukan calon-calon pembeli. BNI juga melengkapinya dengan seperangkat alat transaksi yang nantinya akan memudahkan UKM dalam menerima pembayaran hasil ekspornya.

Dukungan BNI dalam mendorong UKM masuk ke pasar ekspor didukung dengan enam jaringan cabang luar negeri yang tentunya akan memperluas jangkauan market para pelaku UKM Indonesia dengan memberikan insight kebutuhan spesifikasi dari produk yang dibutuhkan customer luar negeri (Business Matching) bekerja sama dengan kedutaan besar Indonesia. Selain itu, BNI juga memiliki layanan BNI Trade Online untuk kemudahan transaksi LC tanpa ke kantor cabang.

Kolaborasi BNI dan Pemkot Semarang ini pada akhirnya akan memperkuat perekonomian daerah. Termasuk, salah satunya penguatan di bidang wisata. Ini sesuai dengan program Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan UKM, mulai dari UKM kuliner, fesyen, hingga kerajinan tangan.

Dukungan BNI kali ini juga sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) dari pemerintah yang diharapkan memberikan multiplier effect tidak hanya di Semarang, melainkan di seluruh Indonesia. (adv)