Karnaval Jalanan, WJNC, Tutup HUT Kota Jogja

PRINDONESIA.CO | Sabtu, 09/10/2021
Karnaval jalanan, WNJC, wadah insan kreatif hadir lagi.
Dok. Istimewa

Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), karnaval jalanan (art on the street) hadir lagi. Acara tahunan yang sudah berlangsung kali keenam itu menutup puncak rangkaian acara dari HUT ke-265 Kota Jogja.

YOGYAKARTA, PRINDONESIA.CO -  Karnaval jalanan yang menggabungkan tokoh dan lakon pewayangan ini  melibatkan seni koreografi, busana, serta musik kontemporer.  Acara yang resmi masuk dalam daftar Calendar Of Event (COE) nasional ini merupakan agenda tahunan yang selalu dinanti oleh masyarakat maupun wisatawan di Jogja. 

Sebagai bentuk komitmen mendukung program pemerintah selama pandemi, penyelenggara WJNC dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan ditayangkan secara virtual WJNC akan dilakukan melalui live streaming YouTube channel Pemkot Jogja & Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, 07 Oktober pukul 19.00 WIB. Sehingga, masyarakat tetap bisa menikmati gelaran WJNC dari rumah tanpa melanggar protokol kesehatan dan tidak mengurangi nilai maupun esensi pertunjukkan. Serta, diselenggarakan sesuai dengan semangat HUT Kota Jogja kali ini Tanggap, Tanggon, Tuwuh.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelum pandemi, konsep acara pada tahun ini bukan peserta pawai yang bergerak, melainkan penontonnya yang akan berpawai untuk menyaksikan WJNC 2021. Penonton akan berkeliling dari Panggung A sampai dengan Panggung B dengan menggunakan Kendaraan Hias. Adapun para penampil terdiri dari 14 Kemantren  tampil di 4 area meliputi area Indraprasta (bercerita tentang para Kesatria-Romance), Pancawati (bercerita tentang kerajaan kera – Tragedi), Astina (bercerita tentang Kerajaan Jin – Komedi), dan Khayangan (bercerita tentang para dewa – Romance).

Pementasan WJNC kali ini mengambil tema Semar Boyong. Lakon ini dipilih melanjutkan tema WJNC #5 yang bertema Babat Alas Mertani, dalam WJNC #6 kali ini akan mengambil tema recovery. Judul yang sesuai dengan tema tersebut adalah Semar Boyong yang juga merupakan cerita pewayangan carangan HB VII. Tema ini diambil sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat Kota Yogyakarta untuk setahap demi setahap memperbaiki keadaan selama pandemi berlangsung sejak tahun 2020.

Seperti dalam penyelenggaran WJNC #5 tahun kemarin kali ini WJNC #6 tetap menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan pada Wayang Jogja Night Carnival juga akan dilaksanakan sesuai dengan regulasi tentang protokol kesehatan pada penyelenggaraan event. Di antaranya adalah pengecekan suhu pada pengisi acara, tamu dan penyelenggara, meminimalisir jumlah kerumunan pada kegiatan dengan bekerja sama dengan Kepolisian, Satpol PP dan Kemantren setempat, membatasi jumlah pergerakan orang di dalam venue, membuat mapping pergerakan orang di kawasan venue utama, menyediakan sarana protokol kesehatan pada tiap venue, swab antigen untuk semua penampil maupun panitia yang bertugas, wajib vaksin minimal dosis satu untuk semua penampil maupun panitia yang bertugas, tracing jumlah pengunjung di masing-masing venue dengan menggunakan barcode/ID Card, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menyediakan sarpras kedaruratan kesehatan, bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Kepolisian untuk penjagaan lalu lintas, bekerja sama dengan Satpol PP dan Kepolisian untuk ketertiban dan Keamanan venue

Melalui kegiatan, WJNC diharapkan dapat menginspirasi insan kreatif untuk tetap berkarya tanpa mengabaikan protokol kesehatan. WJNC kali ini juga tetap menggandeng seniman lokal seperti Nadaskara, Alit Jabangbayi, Sinden Elisa, dan masih banyak lagi lainnya.