Haruskah PR Memiliki "Personal Branding"?

PRINDONESIA.CO | Senin, 13/06/2022
Personal branding yang baik akan menghasilkan brand essence yang baik pula.
Dok. Istimewa

Praktisi public relations (PR) adalah cerminan bagi organisasinya. Maka penting bagi PR untuk memiliki personal branding yang kuat serta memberikan kesan pertama yang baik. Hal ini tak lain, bertujuan agar PR dapat memengaruhi publik. 

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Hal inilah yang dirasakan oleh Muna Agnita, Head of PR Youth and Beauty Clinic. Sebagai praktisi PR di industri kecantikan, Una, begitu Muna akrab disapa, mengaku bahwa personal branding serta kesan pertama yang baik dapat membangun kepercayaan publik terhadap brand-nya. 

Sebagai sosok yang merepresentasikan sebuah brand kecantikan, menuntut Una mampu menguasai kelebihan serta kekurangan produk yang mereka komunikasikan. Di sisi lain, mampu menjaga penampilan, sikap, serta membekali diri dengan berbagai kompetensi yang mempuni. Seperti halnya, public speaking dan membangun relasi layaknya teman.

“Bagaimana caranya kita bisa menjadi sosok yang nyaman diajak ngobrol, dengan sering membaca buku, mengikuti webinar dan sesi berbagi pengalaman untuk mendapatkan insight,” ujarnya dalam sebuah gelar wicara virtual bertajuk “How Public Relation to Influence People” akhir 2021 lalu.

Lain Una, lain pula sosok Gardian Muhammad Abdullah. CEO Gerakan Mengajar Desa ini memiliki gaya personal branding yang terbilang unik. Ia ingin dikenal sebagai sosok yang mencintai pendidikan, namun terkesan nakal. 

Hal ini diakui Gardian, sebagai salah satu trik untuk mencuri perhatian anak-anak muda calon relawan mengajar. Bahkan, pada saat pengumuman relawan mengajar, Gardian mengemasnya dengan gaya ala anak geng motor yang melakukan touring dari kota ke kota.

"Terkadang pendekatan menjadi sosok bad boy itu sangat berpengaruh. Karena kami percaya bahwa personal branding yang baik akan menghasilkan brand essence yang baik pula," ujarnya. (nom)