Managing Partner Corporate Affairs & Communications Executive Search DHR Global Jessica Bayer mengatakan, perusahaan hari ini tidak lagi mencari PR yang sekadar menjalankan fungsi teknis, tetapi sosok yang mampu menyelaraskan komunikasi dengan tujuan bisnis mulai dari HR, legal, hingga CFO dan CERO untuk mendorong reputasi korporasi yang berdampak pada kinerja perusahaan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Mengawali tahun 2026, industri komunikasi diproyeksikan menghadirkan peluang baru sekaligus tuntutan adaptasi yang semakin tinggi bagi para talenta public relations (PR). Hal ini disampaikan oleh Managing Partner Corporate Affairs & Communications Executive Search DHR Global Jessica Bayer, meningat peran komunikator telah bertransformasi secara fundamental dalam beberapa waktu terakhir.
Lebih dari sebelumnya, menurut Bayer, praktisi PR hari ini telah diposisikan sebagai mitra strategis bisnis. “Perusahaan tidak lagi mencari PR yang sekadar menjalankan fungsi teknis, tetapi sosok yang mampu menyelaraskan komunikasi dengan tujuan bisnis mulai dari HR, legal, hingga CFO dan CERO untuk mendorong reputasi korporasi yang berdampak pada kinerja perusahaan,” jelasnya.
Oleh karena itu, kata Bayer, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan talenta PR guna menjawab kebutuhan di lapangan. Melansir PR Daily, Selasa (6/1/2026), berikut tiga di antaranya. Apa saja?
1. Melek Digital dan ‘AI-Savvy”
Bayer menilai, batas antara komunikasi tradisional dan digital kini semakin kabur. Hal tersebut berdampak pada kebutuhan organisi terhadap praktisi komunikasi yang mampu bekerja secara terintegrasi dan memahami keterkaitan antara media massa, media sosial, kreator konten hingga kanal milik sendiri (owned channels). Ditambah, pemanfaatan SEO, SEM serta tools reputasi berbasis AI kini menjadi bagian dari kotak peralatan PR. “Yang terpenting rasa ingin tahu dan kemampuan melihat gambaran besar, bukan sekadar menggunakan teknologi secara taktis,” ujarnya.
2. Perlunya Kecerdasan Emosional
Di 2026 ini, soft skills dinilai sama pentingnya dengan kemampuan teknis. Kecerdasan emosional, kata Bayer, menjadi salah satu kualitas utama yang dicari perusahaan untuk posisi komunikasi strategis. Dalam konteks ini, praktisi komunikasi diharapkan mampu menjadi penasihat terpercaya bagi manajemen puncak (C-level), termasuk memahami kapan organisasi perlu bersikap tegas dan kapan perlu menahan langkah.
3. Menonjol dengan Strategi yang Jelas
Persaingan kerja di 2026 juga diprediksi semakin ketat. Oleh karena itu, kata Bayer, tim komunikasi cenderung akan lebih ramping, anggaran terbatas, tetapi ekspektasi kinerja semakin meningkat, sehingga pendekatan menyebar resume atau curriculum vitae (CV) ke banyak perusahaan tidak lagi efektif. “Fokuslah pada 10 perusahaan yang benar-benar sesuai dengan keahlian spesifik praktisi dan lakukan langkah ekstra untuk membangun jaringan secara strategis dengan meminta seseorang untuk merekomendasikan atau temukan pendukung internal,” jelasnya.
Dengan, memastikan tiga hal di atas, Bayer meyakini para talenta PR dapat lebih menonjol di tengah persaingan industri pada tahun ini. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! (EDA)
- BERITA TERKAIT
- 3 Hal Penting yang Wajib Diperhatikan Talenta PR di Tahun 2026
- SEA CAN Alliance Bangun Ekosistem Komunikasi Terpadu Strategis di Asia Tenggara
- Kelas Humas Muda Vol. 5 Sorot Hal Penting Guna Bertahan Menghadapi Krisis
- HUMAS INDONESIA Outlook 2026: Transformasi Peran Humas Dalam Komunikasi Digital
- Menyoal Kesiapan Lulusan PR Untuk Terjun ke Industri