BNI Gencarkan Edukasi sebagai Fondasi Keberlanjutan Aksi Bersih Pantai di Bali

PRINDONESIA.CO | Selasa, 10/02/2026
BNI gelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat dalam rangkaian program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali, Sabtu (7/2/2026).
dok. BNI

Dalam sesi edukasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), serta ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Bagi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, upaya menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui satu kali aksi simbolik. Perlu adanya edukasi dan perubahan perilaku yang berkelanjutan, sebagaimana diwujudkan melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan perilaku ramah lingkungan kepada masyarakat dalam rangkaian program BNI Go Green Berani Bersih Pantai Mertasari di Bali, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Pantai Mertasari, Denpasar tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BNI dengan Komunitas Malu Dong. Selain aksi bersih pantai, kegiatan juga difokuskan pada edukasi pemilahan sampah sejak dari sumbernya serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan secara konsisten di tingkat rumah tangga dan komunitas.

Founder Komunitas Malu Dong Komang Sudiarta mengapresiasi keterlibatan aktif BNI dalam mendorong gerakan lingkungan yang berorientasi jangka panjang. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan aksi sesaat, karena harus dibarengi dengan pembentukan kebiasaan baru di masyarakat. “Penanggulangan sampah tidak bisa hanya satu kali aksi. Harus berkelanjutan. Karena itu, edukasi menjadi kunci untuk membangun kebiasaan baru dalam mengelola sampah, terutama sejak dari rumah tangga,” ujar Komang.

Komang menambahkan, sebagai destinasi pariwisata dunia, Bali membutuhkan kepedulian bersama agar kebersihan dan kenyamanan lingkungan tetap terjaga. Masalah sampah, katanya, tidak hanya berdampak pada ekosistem, tetapi juga pada sektor ekonomi dan citra daerah.

Edukasi

Dalam sesi edukasi, peserta dibekali pemahaman praktis mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengenalan konsep reduce, reuse, recycle (3R), serta ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam aktivitas sehari-hari. “Penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama. Rumah tangga, masyarakat, dan korporasi memiliki peran masing-masing. Jika berjalan bersama, dampaknya akan jauh lebih besar,” lanjut Komang.

Terpisah, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan kegiatan edukasi lingkungan tersebut merupakan bagian dari komitmen BNI dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara berkelanjutan.

Menurut Okki, BNI tidak hanya mendorong kegiatan yang bersifat aksi langsung, tetapi juga berupaya mendampingi masyarakat dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. “Kami meyakini perubahan besar berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Malu Dong, BNI ingin menghadirkan dampak nyata sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga lingkungan,” tegas Okki.

Melalui rangkaian kegiatan bersih pantai dan edukasi lingkungan ini, BNI menegaskan perannya sebagai pelopor keuangan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada kontribusi sosial dan lingkungan yang memberikan nilai tambah jangka panjang bagi masyarakat dan daerah. (ADV)