Associate Director ID COMM Maytha Andryanna menekankan bahwa berkembangnya communication ecosystem disertai pengukuran komprehensif dari AMEC mampu menerjemahkan setiap aktivitas komunikasi menjadi dampak yang terukur, relevan dan selaras dengan tujuan bisnis perusahaan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Lanksap industri komunikasi yang semakin dinamis mendorong agensi komunikasi untuk tidak hanya berfokus pada produksi dan perolehan eksposur, tetapi juga memastikan setiap strategi dan eksekusi mampu menghasilkan dampak yang terukur bagi klien.
Hal tersebut yang coba dijawab Indonesia Communication (ID COMM) dengan terus mengembangkan pendekatan communication ecosystem yang menghubungkan media, key opinion leader (KOL) dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem strategi komunikasi. Pendekatan tersebut turut diperkuat adanya kerangka pengukuran Association for the Measurement and Evaluation of Communication (AMEC) yang mencakup input, output, outtakes, outcomes, hingga impact.
Disampaikan oleh Associate Director ID COMM Maytha Andryanna, keberhasilan komunikasi sejatinya tidak berhenti pada seberapa luas pesan dapat tersampaikan, karena berkaitan dengan perubahan yang muncul setelah komunikasi dijalankan. “Komunikasi yang efektif bukan hanya tentang seberapa banyak awareness atau eksposur yang dapat diciptakan, tetapi bagaimana komunikasi mampu membangun engagement, membentuk persepsi, dan memberikan dampak yang relevan bagi bisnis maupun stakeholder,” ujar Maytha dikutip dari Metrotvnews.com, Kamis (27/8/2026).
Integrasi “Communication Ecosystem” dengan Pengukuran Komprehensif
Alumnus Universitas Indonesia itu mengatakan, sebagaimana namanya, communication ecosystem tidak dapat berjalan secara terpisah. Untuk itu, lanjut Maytha, insight, narasi, kanal, stakeholder, dan pengukuran perlu ditempatkan dalam satu kesatuan strategi agar setiap aktivitas komunikasi menghasilkan dampak yang lebih besar.
Adaupun dalam konteks mengukur keberhasilan PR, menurut Maytha, perlu bergeser dari orientasi pada jumlah coverage menuju pengukuran yang mampu menunjukkan perubahan setelah komunikasi dilakukan.
Pandangan tersebut sejalan apa yang pernah disampaikan Head of PR, Marcom & Event Asuransi Astra Laurentius Iwan Pranoto. Ia menekankan bahwa setiap aktivasi komunikasi dewasa ini perlu disertai dengan pengukuran yang tepat dan menyeluruh agar perusahaan dapat mengetahui efektivitas strategi yang telah dijalankan. “Sehingga dari hasil pengukuran tersebut dapat menjadi alat penting untuk mengetahui apa yang sudah kita lakukan, apa yang perlu diperbaiki, dan bagaimana dampaknya,” ujar pria yang karib disapa Iwan, dalam MAW Talk #61 secara daring, beberapa waktu lalu.
Dengan demikian, pengukuran dalam praktik PR tidak lagi hanya menjadi tahap akhir melaporkan pencapaian, tetapi menjadi bagian dari proses strategis sebagai bahan evaluasi dan optimalisasi praktik komunikasi yang lebih baik. (Evira Anyelia)
- BERITA TERKAIT
- Mengintip Komitmen ID COMM Kembangkan Ekosistem Komunikasi Strategis
- TASPEN Perkuat ESG, Dorong Mobilitas Rendah Emisi melalui Program "Green Miles"
- Dukung Tata Kelola yang Akuntabel, TASPEN Musnahkan 221 Ribu Arsip
- Pentingnya Manajemen Komunikasi, Berkaca Pada Kasus Pemblokiran Rekening Botok
- TASPEN Tingkatkan Layanan Digital, Perkuat Komunikasi dan Perlindungan Peserta