Pemkot Semarang Bedah StratKom Dalam Membangun Kepercayaan Warga

PRINDONESIA.CO | Senin, 14/09/2026
(kedua dari kiri) Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Setda Kota Semarang Yuanita Rani Widasari.
doc/PR INDONESIA

Pemkot Semarang menyambut ratusan peserta PR INDONESIA Corporate Xperience untuk membedah strategi komunikasi publik dan membangun kepercayaan warga.

SEMARANG, PRINDONESIA.CO — Ratusan praktisi public relations (PR)/humas dari berbagai daerah mengikuti kegiatan PR INDONESIA Corporate Xperience Goes to Semarang selama dua hari sejak Rabu (9/9/2026) hingga Kamis (10/9/2026). Dalam kegiatan ini, mereka diajak melakukan serangkaian kunjungan lintas industri guna mempelajari perihal narasi dan komunikasi dari masing-masing organisasi yang dikunjungi.

Menyambut kegiatan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selaku tuan rumah mengatakan, narasi dan komunikasi erat kaitannya dengan kepercayaan publik. Dalam hal ini, rilis berita harian dari organisasi saja tidak lagi cukup. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Sekretaris Daerah (Setda) Kota Semarang Yuanita Rani Widasari.

Yuanita yang hadir mewakili Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai, eksekusi pesan institusi hari ini wajib dapat memicu kesadaran publik dalam mendukung perubahan tatanan sosial ke arah yang lebih baik. "Leading trust mengingatkan kita bahwa kepercayaan harus dipimpin dengan keteladanan, konsistensi, dan komunikasi yang terbuka, di mana kepercayaan tidak lahir dari satu pernyataan atau satu kampanye, namun dibangun sedikit demi sedikit melalui apa yang kita katakan dan apa yang benar-benar kita lakukan," ujarnya kepada para peserta di Aula Balaikota Semarang, Rabu (9/9/2026) malam.

Eksplorasi Ekosistem Komunikasi

Pemilihan Ibu Kota Jawa Tengah sebagai destinasi PR INDONESIA Corporate Xperience berangkat dari rekam jejak panjang sinergi antara PR INDONESIA Group dengan Pemkot Semarang. Selain itu, sebagaimana disampaikan founder & CEO PR INDONESIA Group Asmono Wikan, Kota Semarang dipilih juga karena memiliki perspektif yang menarik dalam kehumasan. "Kami yakin betul bahwa sejak lama Kota Semarang ini telah memiliki pemimpin—Wali Kota Semarang dan seluruh jajaran—yang punya cara pandang sangat bagus di dalam konteks kehumasan," ucapnya.

Asmono mengatakan, dalam rangkaian kegiatan selama dari Jakarta hingga di Semarang, para peserta bisa belajar banyak dari contoh kasus penanganan komunikasi korporasi berskala nasional, yang diawali dengan bagaimana Pertamina memberdayakan agen komunikasi perusahaan, hingga manajemen krisis PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat meredam sentimen negatif publik menyikapi rentetan musibah kecelakaan kereta.

Tak hanya itu, peserta juga diajak menyelami rahasia Telkomsel dalam mengelola citra digital, serta mempelajari kelincahan bisnis Marimas dalam menembus pasar internasional. Baik majalah PR INDONESIA maupun Pemkot Semarang selaku kolaborator meyakini, kegiatan selama dua hari ini akan menelurkan jaringan kolaborasi strategis jangka panjang bagi seluruh entitas yang terlibat. (Arfrian R.)