Komunikasi di Era AI Tetap Harus Berbasis Kebutuhan Klien

PRINDONESIA.CO | Senin, 28/09/2026
Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) Januar P. Ruswita dalam SPS Workshop Series #36 bersama PT Astra International Tbk bertajuk Pemanfaatan AI untuk Penyusunan Proposal Marketing Bisnis Pers, Rabu (23/9/2026).
doc/SWA

Pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai dapat menjadi alat bantu bagi industri komunikasi. Namun, pemahaman atas kebutuhan klien, perancangan solusi, pembangunan relasi, dan penilaian, tetap membutuhkan pengetahuan dan pertimbangan manusia.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Perubahan ekosistem industri media mendorong perusahaan pers untuk tidak hanya mengandalkan model bisnis konvensional, tetapi juga mengembangkan produk dan layanan komunikasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha. Dalam konteks ini, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dinilai dapat menjadi alat bantu dalam merancang gagasan, proposal hingga presentasi bisnis.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Perusahaan Pers (SPS) Januar P. Ruswita dalam SPS Workshop Series #36 bersama PT Astra International Tbk bertajuk Pemanfaatan AI untuk Penyusunan Proposal Marketing Bisnis Pers, Rabu (23/9/2026), yang dihadiri pelaku perusahaan pers, perwakilan institusi pemerintah dan korporasi.

Januar mengatakan, hal tersebut sejalan dengan tuntuntan terhadap industri komunikasi hari ini, dan peluang perusahan pers untuk mengembangkan kampanye media terpadu, konten bermerek, proyek khusus, acara dan aktivasi, video, podcast, kampanye media sosial, pelibatan komunitas, riset, survei, serta forum diskusi. “Perubahan ekosistem industri media menuntut perusahaan pers mengembangkan produk dan layanan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha mulai dari penguatan brand, komunikasi produk dan layanan, kampanye publik, edukasi konsumen, media relations, komunikasi keberlanjutan, hingga aktivasi dan komunikasi digital,” ujarnya dikutip dari Swa.co.id, Kamis (24/9/2026).

Peran Kecerdasan Buatan/AI

Dalam kesempatan yang sama seakan menyambung Januar, Director Corporate & Public Affairs FleishmanHillard Muhammad Zulkifli membahas tentang pengembangan solusi komunikasi dan penggunaan AI untuk menyusun proposal serta pitch deck.

Menurut Zulkifli, pemanfaatan AI dalam industri komunikasi merupakan keniscayaan, karena dapat membantu riset calon klien dan pesaing, mengenali audiens, menggali tantangan komunikasi, mengembangkan gagasan kampanye, serta menyusun proposisi nilai dan struktur proposal.

Kembali kepada Januar, terlepas dari beragam potensinya, ia menegaskan bahwa peran AI hanyalah sebagai alat bantu. Pemahaman atas kebutuhan klien, perancangan solusi, pembangunan relasi, dan penilaian, tandas Januar, tetap membutuhkan pengetahuan dan pertimbangan manusia. (Evira Anyelia)