Pergantian pucuk pimpinan Bakom telah terjadi keempat kalinya dalam kurun waktu yang singkat dari Hasan Nasbi hingga Nainggolan Syahganda terus menyisipkan catatan yang perlu dibenahi.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Salah satu pejabat yang diganti oleh Presiden Prabowo Subianto dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana pada hari Kamis (2/10/2026) adalah Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI. Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat posisi tersebut digantikan oleh Syahganda Nainggolan dengan Fadli Tri Hartono sebagai wakilnya.
Perombakan pucuk pimpinan Bakom RI ini merupakan yang keempat kalinya dalam dua tahun terakhir. Adapun sebelumnya, lembaga yang lahir di ujung masa pemerintahan Presiden Joko Widodo ini dikenal dengan nama Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO). Saat itu, Hasan Nasbi dipercaya menjabat Kepala PCO, sebelum resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut enam bulan berikutnya.
Posisi Hasan kemudian digantikan oleh Angga Raka Prabowo yang dilantik pada Rabu (17/09/2025), pengangkatan Raka ini menuai kritikan tajam dari berbagai pihak dan pengamat dari segi etika komunikasi publik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan dan merusak kredibilitas pejabat. Sebab, pada saat itu ia sudah mengemban dua jabatan yakni Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisaris Utama PT Telkom.
Sebagaimana kritik dilontarkan oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) Kunto Adi Wibowo, rangkap jabatan ini merusak kredibilitas seorang pejabat publik dan berkaitan pada moralitas. “Pejabat publik lebih baik fokus mengurusi satu bidang dan menekuninya agar kinerjanya optimal dan terhindar dari potensi konflik kepentingan. Hal ini menurut saya harusnya jadi pegangan etika dan moral bagi pejabat publik,” jelasnya ketika dihubungi HUMAS INDONESIA, Kamis (18/9/2025).
Entah karena kritik atau sekadar ingin, pada reshuffle berikutnya Presiden Prabowo mencopot Raka dari bangku Kepala Bakom RI pada Senin (27/04/2026), dan menunjuk Muhammad Qodari yang sebelumnya menjabat Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) menjadi Kepala Bakom RI. Pada kesempatan tersebut, Hasan Nasbi kembali ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.
Harapan bagi Komunikasi Pemerintah
Bakom RI dibawah kepemimpinan Syahganda Nainggolan diyakini dapat memperbaiki komunikasi pemerintah. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso. Menurutnya, Syahganda dapat memimpin pertarungan informasi, pertarungan framing di publik sehingga ketidakadilan persepsi dan kebijakan dapat diluruskan. “Bang Syahganda ini sosok progresif dan saya yakin bisa pasang badan untuk menyampaikan segala informasi narasi, kinerja program pemerintahan Pak Prabowo dengan jaringan luas sebab Bang Syahganda ini seorang aktivis,” jelasnya.
Terpisah, peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo Jati dilansir dari IDN TIMES, Jumat (4/10/2026), menegaskan, pergantian pimpinan Bakom RI yang silih berganti justru dapat jadi bumerang bagi pemerintah, karena akan kurang efektif dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah kepada publik. Selaras, Wasisto mengingatkan, pekerjaan rumah Kepala Bakom RI yang baru adalah bagaimana agar tidak terjebak pada komunikasi Menara Gading yang satu arah dan defensif. (Evira Anyelia)
- BERITA TERKAIT
- Empat Kali Pergantian Kepala Bakom RI dan Harapan bagi Komunikasi Pemerintah
- Catatan Tentang “Reshuffle” Ketujuh Kabinet Merah Putih
- Perkuat Komunikasi Sains, BRIN Berkolaborasi dengan ISTIC UNESCO
- Stafsus Gubernur DKI Jakarta Tegaskan Komunikasi Harus Jawab Kebutuhan Warga
- Menyoal Etika Komunikasi Kepemimpinan, Berkaca Pada Pencopotan Purbaya