HOME » EVENT » AWARDS

Komunikasi Transparan Jadi Strategi Pemkot Surakarta Sosialisasikan Program

PRINDONESIA.CO | Rabu, 14/10/2026
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta Tulus Widajat dalam acara puncak penganugerahan Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis (8/10/2026)
doc/HUMAS INDONESIA

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta Tulus Widajat menekankan bahwa sosialisasi program tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi perlu memastikan masyarakat menerima manfaatkan dan berkolaborasi dengan pihak luar.

SURAKARTA, PRINDONESIA.CO – Pada malam puncak penganugerahan Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 di Balai Tawangarum, Kompleks Balai Kota Surakarta, Kamis (8/10/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta Tulus Widajat, membagikan perspektifnya terkait transparansi komunikasi publik.

Tulus mengatakan, bagi Pemkot Surakarta, komunikasi adalah bagian penting dalam memperkenalkan berbagai program pembangunan, menyerap kebutuhan warga, hingga merespons persoalan yang berkembang di masyarkat. “Tema yang diangkat dalam acara AHI 2026 ini sangat relevan dengan upaya kami dalam membangun transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” ujarnya.

Tulus juga mengapresiasi dipilihnya Surakarta sebagai lokasi penyelenggaraan AHI 2026. Ia menjelaskan kehadiran para peserta AHI 2026 ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kota budaya dan diharapkan memberi manfaat bagi Surakarta melalui interaksi dan pertukaran pengetahuan selama penyelenggaraan acara AHI.

Isi Kota dan Programnya

Dalam paparannya, Tulus menyampaikan bahwa Surakarta memiliki luas wilayah sekitar 46,7 kilometer persegi dengan jumlah penduduk tercatat sekitar 589 ribu jiwa. Namun, pada siang hari, aktivitas kota senantiasa meningkat dengan kehadiran masyarakat dari wilayah sekitar yang bekerja maupun beraktivitas di Surakarta.

Kondisi tersebut, terang Tulus, telah menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemkot dalam mengelola sarana dan prasarana, transportasi, hingga kebutuhan tenaga kerja. Untuk itu, Tulus menegaskan sinergi antardaerah dan transparansi komunikasi yang efektif sangat dibutuhkan agar pembangunan dapat berjalan baik dengan dukungan publik.

Tulus mengatakan, sejumlah program pembangunan di Surakarta yang membutuhkan sinergi dan komunikasi efektif tersebut mencakup pengembangan tenaga kerja, penguatan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pengembangan Posyandu Plus, peningkatan pendapatan daerah, hingga penguatan daya saing kota melalui penyelenggaraan acara, pariwisata dan ekonomi kreatif. “Terbarunya, Surakarta akan dikembangkan sebagai destinasi sport and wellness tourism karena adanya dukungan fasilitas olahraga termasuk stadion sepakbola berstandar internasional,” ujarnya.

Dalam mensosialisasikan program-program tersebut, sekaligus memahami kebutuhan masyarakat, Pemkot Surakarta memanfaatkan kanal pengaduan Halo Walikota. Tulus menerangkan, kanal ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana menerima keluhan secara real time, tetapi juga membantu pemerintah memetakan persoalan yang paling banyak disampaikan masyarakat. (Evira Anyelia)