
Festival Cisadane diakui sebagai festival yang mengandung unsur atraksi, aksesibilitas, amenistas,atau 3A.
TANGERANG, PRINDONESIA.CO - Kandungan inilah yang membuat Kementerian Pariwisata mantap memasukkan Festival Cisadane ke dalam 100 Calendar of Events (CoE) Wonderful Indonesia.
Kelebihan lainnya adalah festival ini sukses merepresentasikan keberagaman budaya di Indonesia. Menurut Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah, memang itulah tujuan awal lahirnya festival ini. “Kami ingin merawat dan melestarikan keberagaman budaya yang ada di Kota Tangerang. Sekaligus, mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya merawat sungai,” katanya.
Nyatanya, bukan perkara mudah masuk ke dalam daftar kalender event Wonderful Indonesia. Semua event harus melewati seleksi dan penilaian ketat dari Kementerian yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya itu. Festival Cisadane sendiri harus bersaing dengan 3.000 event se-Indonesia.
Pertama, event atau festival harus mengandung unsur budaya dan kreativitas (cultural and creativity) dalam pengemasannya. Kedua, commercial atau communication. Ketiga, CEO commitment atau consistency. Tiga unsur ini ada di dalam festival ini. Seperti yang diakui Tenaga Ahli Menteri Bidang Management CoE Kementerian Pariwisata RI Esthy Reko Astuty saat menghadiri pembukaan Festival Cisadane di Tangerang, Jumat (26/7/2019). “Hari ini saya bisa melihat seluruh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas seluruh OPD, hingga DPRD bersama-sama melebur menyukseskan event ini,” ujarnya.
Hari itu, Esthy juga dapat memastikan Festival Cisadane memuat pesan yang selama ini selalu ditekankan oleh Menteri Arief kepada seluruh jajaran pemerintah saat menyelenggarakan event. Yakni, memrhatikan unsur 3P (people, planet, profit/prosperity). Kata planet bermakna nilai-nilai lingkungan. Artinya, kegiatan yang diselenggarakan harus ramah lingkungan. Sementara people maksudnya setiap penyelenggaraan harus melibatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terakhir, profit yang berarti memberikan kesejahteraan untuk masyarakat sekitar. (ais)
- BERITA TERKAIT
- Organisasi Profesi Dokter Hingga Akademisi Serukan Perbaikan Komunikasi Menkes
- Ketua Umum IDAI Sebut Komunikasi Menteri Kesehatan Sangat Buruk
- Komunikasi Pejabat di Medsos dan Bayang-Bayang “Algorithmic White Branding”
- Guru Besar Ilkom Undip Imbau Humas Polri Tingkatkan Komunikasi Berbasis Narasi
- Soal Respons Presiden Prabowo Terkait Ratusan Siswa Keracunan MBG