Peran Perempuan Milenial di Balik “Digital Reputation” IndiHome

PRINDONESIA.CO | Minggu, 26/12/2021
Ada tangan dingin para perempuan milenial IndiHome di balik kesuksesan program Sobat IndiHome (Sobi). Mereka adalah Head of Brand Activation IndiHome Bernaully, Head of Digital Channel IndiHome Febtriany, dan Head of Digital Marketing IndiHome (DMO) Dyah Rasyida.
Dok.IndiHome

Siapa yang mengira ada tangan dingin para perempuan milenial di balik keberhasilan IndiHome membangun reputasi di dunia digital? Yuk, kita berkenalan dengan mereka!

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Peran public relations (PR) di era digital dan disrupsi saat ini tidak hanya sebatas media relations, membangun persepsi positif, ataupun menjaga reputasi sebuah brand. Lebih dari itu, peran nyata PR juga berpengaruh dalam menjaga fundamental perusahaan dan membangun kinerja bisnis tetap berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, IndiHome, layanan fixed broadband milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menghadirkan inovasi strategi komunikasi melalui pendekatan marketing public relations. Tujuannya, untuk membangun persepsi yang positif dan menjaga reputasi IndiHome sebagai #InternetnyaIndonesia. Salah satu program  yang sukses dijalankan merupakan bentuk kolaborasi antara tim activation, digital channel dengan digital marketing. Ketiga unsur ini saling menguatkan untuk mencapai tujuan bersama. Yakni, akuisisi market melalui program Sobat IndiHome (Sobi).

Sobi adalah program channel digital IndiHome yang membuka peluang usaha bagi masyarakat Indonesia. Strategi marketing public relations yang digaungi oleh tiga unit tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Indonesia yang ditandai dengan terus meningkatnya jumlah peserta Sobi. Per November 2021, jumlahnya mencapai 90 ribu orang.

Menariknya, ada tangan dingin para  perempuan milenial IndiHome di balik kesuksesan program Sobi. Mereka adalah Head of Brand Activation IndiHome Bernaully, Head of Digital Channel IndiHome Febtriany, dan Head of Digital Marketing IndiHome (DMO) Dyah Rasyida.

 

Bernaully, Head of Brand Activation IndiHome

Pengalaman Bernaully di bidang activation sudah terasah sejak duduk di bangku SMP. Bermula dari kegemarannya menghadiri berbagai konser musik, aktif di berbagai kepanitiaan baik acara formal maupun nonformal. Kegemaran tersebut berlanjut hingga ia kuliah di Manajemen Bisnis Universitas Telkom.

Sejak mendapat amanah sebagai Head of Brand Activation IndiHome, perempuan kelahiran Yogyakarta tahun 1995 itu berpendapat bahwa activation merupakan salah satu channel di Marketing Public Relations IndiHome yang berperan penting dalam menyampaikan pesan kunci kepada para stakeholders.

Menurut Ully, begitu ia akrab disapa, pekerjaan yang ditekuninya ini sangat dinamis. Ia bersama tim dituntut untuk selalu siap dengan segala risiko yang terjadi di lapangan. Contoh, ketika semua persiapan activation sudah dipastikan dapat berjalan dengan baik, tiba-tiba listrik padam 30 menit sebelum event dimulai. Untuk itu, setiap menyelenggarakan suatu acara, mereka juga harus siap dengan berbagai alternatif rencana. Lainnya yang harus dipastikan adalah tim tetap kompak dan tidak panik ketika dihadapkan dengan berbagai dinamika di lapangan.

Tak lupa perempuan yang berprinsip if you can’t have the one you love, love the one you have itu berpesan agar ketika mengemas activation menyesuaikan dengan market dan lokasi di mana event tersebut diselenggarakan. Sebab, setiap wilayah memiliki kriteria dan ciri khas masing-masing. Mulai dari yang berkaitan dengan demografi, kebudayaan, tradisi, hingga cara mereka berkomunikasi.

 

Febtriany, Head of Digital Channel IndiHome

Febtriany resmi bergabung di Telkom Indonesia sejak 2010. Perjalanan kariernya di unit bisnis digital channel cukup panjang. Dari Solution Services, Marketing Plan Digital Product, Government and Education Solution, hingga dipercaya sebagai Head of Digital Channel IndiHome. Kecintaannya terhadap dunia digital makin besar ketika kultur, visi dan misi Telkom selaras dengan kemajuan teknologi untuk memajukan masyarakat.

Sebagai nakhoda unit bisnis yang merupakan pusat dari transformasi digital Telkom, Magister Manajemen Subject Marketing dari Universitas Indonesia 2018 itu, menekankan ada lima kompetensi khusus yang harus dimiliki tim digital channel. Pertama, mengenali pelanggan melalui proses belajar secara terus menerus kepada pelanggan dengan pendekatan digital. Dengan begitu mereka dapat mengetahui kanal yang paling nyaman digunakan serta pendekatan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Kedua, pola pikir digital dan menjajaki pelanggan melalui metode digital. Melalui pola pikir digital yang kuat, kita dapat menjaga pengalaman pelanggan mulai dari perjalanan saat tahap penjajakan (awareness) sampai menjaga loyalitas pelanggan. Ketiga, critical thinking on problem solving. “Setelah mengenali pelanggan, tim harus mengetahui cara mengatasi permasalahan yang dialami pelanggan secara cepat dan tepat,” kata pengagum founder dan mantan CEO Amazon Jeff Bezos itu.

Keempat, kolaboratif. Bekerja di industri digital tidak terlepas dari kolaborasi. Apalagi di bidang digital channel yang berhubungan erat dengan teknologi dan marketing communication. Kelima, kreativitas. Menurutnya, perlu stimulus jika kita ingin mengajak pelanggan untuk bergabung dan menggunakan digital channel. Oleh karenanya, perlu tim yang kreatif untuk meningkatkan leads dari calon pelanggan.

 

Dyah Rasyida, Head of Digital Marketing IndiHome (DMO)

Syida memang tidak memiliki latar belakang pendidikan marketing. Ia merupakan lulusan S1 Jurusan Teknik Industri Universitas Diponegoro. Menariknya, selama duduk di bangku kuliah, perempuan yang sedang melanjutkan studi Magister Strategic Marketing Executive MBA (Master of Business Administration) ini aktif menjuarai kompetisi di bidang marketing.

Ia tercatat pernah meraih juara pertama lomba Business Case Competition yang diselenggarakan Markplus. Serta, mengikuti lomba internasional Young Social Entrepreneur di mana ia ditunjuk sebagai Chief Marketing Officer (CMO) dalam tim tersebut.

Saat bergabung dengan Telkom Indonesia, semesta mendukung Syida untuk terus berada di dunia marketing. Hingga akhirnya, menempati jabatan sekarang. Mendapat amanah yang luar biasa besar sebagai nakhoda DMO mendorong Dyah untuk terus mendalami ilmu marketing. Saat ini, ia telah mengantongi sertifikasi CPM Asia (Certified Professional Marketer - Asia).

Di tengah kesibukannya, pengagum Najwa Shihab itu senantiasa untuk menerapkan work-life balance, memperluas jejaring, serta quality time bersama keluarga tercinta. Bagi Syida, keluarga merupakan prioritas utama. “Apapun yang saya lakukan, tujuannya untuk keluarga,” jelas Syida.

Baginya, untuk memastikan tim yang dipimpinnya berjalan lancar, ia senantiasa menanamkan teamwork, loyalitas, sinergi dan membangun sense of belonging yang kuat dalam menjalankan tugas. Selain itu, Syida senantiasa mengasa kompetensi tim agar terus belajar, adaptif, responsif dan membangun koordinasi dengan seluruh unit di internal dan eksternal Telkom.