
Di tengah isu resesi, peran komunikasi menjadi sangat vital. Mengapa?
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Sejumlah pakar meyakini pentingnya peran public relations (PR) untuk membantu negara dari ancaman resesi. Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Zamroni Salim kepada PR INDONESIA di Jakarta, Jumat (23/12/2022). “Peran PR sangat strategis untuk menjaga kondisi tetap kondusif melalui komunikasi,” ujarnya.
Salah satu caranya, lanjut Zamroni, adalah dengan menyampaikan informasi secara transparan. Sebab, apabila isu resesi tidak mampu terkomunikasikan dengan baik akan memicu masyarakat untuk mencari sumber informasi yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Adapun pendekatan komunikasi yang perlu dilakukan oleh humas, menurut Kepala Pengembangan Jenjang Jabatan Akademik Dosen di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Ulani Yunus ketika diwawancara secara terpisah oleh PR INDONESIA, Rabu (21/12/2022), adalah edukatif dan persuasif.
Ulani menyebut dua hal yang dapat dilakukan oleh PR untuk membantu pemerintah dari ancaman resesi. Pertama, membantu pemerintah dalam menyediakan akses komunikasi. Kedua, membantu pemerintah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.
Di satu sisi, kata Ulani, pemerintah juga tidak perlu memberikan harapan palsu kepada masyarakat. Serta, jangan memberikan pernyataan yang tidak perlu dan terkesan membuat masyarakat takut dengan resesi. (mfp)
- BERITA TERKAIT
- Menyoal Rentetan Teror Terhadap Tempo
- Soal Komunikasi Empati dan Kecakapan Menjawab Kritik dalam Polemik RUU TNI
- Pentingnya Komunikasi dan Koordinasi, Belajar dari Kasus Minyakita 1 Liter
- Menyoal Kemerosotan Kepercayaan Publik Terhadap Pemerintah
- Wamen Komdigi Nezar Patria Tegaskan Pentingnya Komunikasi Publik yang Efektif