Praktisi Komunikasi Kumpul Bahas Isu Keberlanjutan di IABC Mid-Year Conference

PRINDONESIA.CO | Jumat, 14/07/2023
IABC Mid-Year Conference 2023 di Jakarta, Jumat (14/7/2023)
Dok. IABC

Agenda IABC Mid-Year Conference 2023 di Jakarta, Jumat (14/7/2023), memastikan praktisi komunikasi dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keberlanjutan.  

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Keberlanjutan diyakini sebagai isu yang menjadi fokus dunia di masa depan. Hal tersebut menginisiasi International Association of Business Communication (IABC) Indonesia Chapter untuk mengadakan IABC Mid-Year Conference 2023 bertajuk “Sustainability Today, Legacy for Tomorrow” di Jakarta, Jumat (14/7/2023).

Di hadapan peserta konferensi, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong, yang membuka acara pada pagi hari itu mengungkapkan fakta bahwa praktisi public relations (PR) ternyata dapat berkontribusi dalam mewujudkan keberlanjutan. Bukan hanya dari sisi informasi dan publikasi, tapi juga melakukan aksi nyata dengan mengimplementasikan transformasi digital.

Lantas apa hubungannya antara keberlanjutan dengan transformasi digital? Menurut Usman, transformasi digital tidak hanya dapat memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat, terutama dalam aspek pengelolaan data dan aset perusahaan. Lebih dari itu, layanan digital yang dilakukan oleh PR ternyata dapat mengurangi emisi karbon dan percepatan energi hijau.

President IABC Indonesia Elvera N. Makki berharap melalui serangkaian konferensi yang berlangsung selama sehari penuh tersebut, mereka dapat memastikan praktisi komunikasi memiliki peran yang strategis. Khususnya, dalam upaya mewujudkan keberlanjutan di dunia bisnis maupun lintas sektor.  

Konferensi ini terdiri dari tiga panel diskusi. Tiap panel menghadirkan sejumlah pakar dari berbagai lintas sektor seperti pemerintah, DPR, hingga korporasi. Melalui konferensi ini, asosiasi nonprofit bagi para praktisi dan profesional komunikasi yang berkantor pusat di Chicago, Illinois, Amerika Serikat, ini ingin memberikan wadah bagi para praktisi komunikasi untuk sama-sama belajar, menambah wawasan, ilmu, dan pengetahuan mengenai berbagai isu tentang keberlanjutan. Serta, cara mereka mengelola isu tersebut. (rvh/rtn)