HOME » EVENT » AWARDS

Penjurian AHI 2023: Meningkatkan Literasi lewat Buku Bacaan Bermutu

PRINDONESIA.CO | Rabu, 25/10/2023
Penjurian presentasi Anugerah HUMAS INDONESIA di hari terakhir, Rabu (18/10/2023).
Dok. Fitria/HUMAS INDONESIA

Rendahnya tingkat literasi anak-anak menginisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membuat program “Buku Bacaan Bermutu”.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Di hari kedua sesi penjurian The 5th Anugerah Humas Indonesia (2023), Rabu (18/10/2023), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menghadirkan “Merdeka Belajar Episode Ke-23 Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia” , salah satu program unggulan yang lolos babak final kategori Program Kehumasan Pemerintah untuk diuji oleh para dewan juri.

Danasmoro Brahmantyo yang mewakili Kemendikbudristek hari itu mengatakan, program ini berangkat dari keprihatinan terhadap rendahnya tingkat literasi anak-anak Indonesia akibat kurang atau belum tersedianya buku bacaan yang menarik minat dan memadai bagi peserta didik. Kondisi ini diketahui dari hasil Asesmen Nasional yang dilakukan oleh kementerian tersebut, setahun sebelum program berjalan.  

Dari hasil asesmen tersebut, pada tahun 2022, Nadiem Makarim sebagai Menteri Mendikbudristek tersebut menerbitkan kebijakan baru tentang perjenjangan buku.  Perjenjangan buku ini, lanjut Danasmoro, ditindaklanjuti dengan menyertakan panduan bagi peserta didik untuk membaca buku sesuai dengan jenjang dan tingkatannya. Sehingga, peserta didik makin mudah dalam menemukan bacaan sesuai dengan jenjangnya. Pun dengan minat bacanya.

Dari hasil asesmen itu pula, Kemendikbudristek menyebar 15 juta buku bacaan bermutu, khususnya di daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) yang menempati peringkat literasi sangat rendah (level 1). Kemendikbudristek juga melakukan pelatihan dan pendampingan untuk lebih dari 20 ribu PAUD dan SD yang paling membutuhkan di Indonesia.

Dukungan Penuh

Paparan yang disampaikan Danasmoro pun mengundang pertanyaan dewan juri, salah satunya Emilia Bassar. Dalam kesempatan itu, Emil, begitu ia karib disapa, menanyakan terkait perjalanan program dan bentuk partisipasi serta dukungan yang diberikan oleh stakeholder utama dari program ini.

Danasmoro menjawab bahwa hingga saat ini program yang dijalankan masih terus berlanjut. Ia juga berharap program ini dapat terus dilanjutkan. Apalagi, kata pria yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten untuk Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Media Kemendikbudristek ini, program tersebut mendapat dukungan penuh dari komunitas seperti guru, orang tua siswa, Dharma Wanita, serta ibu-ibu dari komunitas Sidina Community.  

Di akhir sesi tanya jawab, juri Emil memberi sejumlah catatan agar program ini makin baik ke depan. Antara lain, membuat strategi agar program ini tidak hanya populer di kalangan  komunikasi Kemendikbudristek, mulai melakukan identifikasi stakeholder, serta membuat strategi komunikasi untuk mendukung dampak yang lebih besar. (mfp)