PR Pegang Peran Vital Wujudkan Pemilu Damai

PRINDONESIA.CO | Kamis, 09/11/2023
Jelang tahun politik, PR memiliki peran krusial. Khususnya, dalam memfasilitasi kampanye yang merangkul dan menjadi penyejuk di tengah gejolak pemilu.
Dok. Freepik.com

Di tahun politik, antara propaganda dengan persuasi memiliki batasan yang tipis. Peran public relations (PR) menjadi sangat vital sebagai “penyejuk” di tengah perbedaan.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Di hadapan para pranata humas yang hadir dalam acara Konvensi Nasional Pranata Humas, di Yogyakarta, Senin (28/8/2023), Menteri Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi menekankan pentingnya peran dan keberadaan humas di tahun politik seperti sekarang.

Khususnya, dalam upaya mewujudkan amanah Presiden RI Joko Widodo membangun narasi Pemilu Damai 2024. “Pemilu Damai 2024 masuk ke dalam agenda prioritas pemerintah tahun depan, selain isu soal Ibu Kota Negara Nusantara (IKN),” kata pendiri sekaligus Ketua Umum Projo, organisasi relawan pendukung Jokowi tersebut.

Menurut pria yang merupakan lulusan Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia tahun 1996 ini, keberadaan PR menjadi kunci untuk mewujudkan proses pemilu yang damai yang merupakan tolok ukur kedewasaan demokrasi. Praktisi humas atau public relations (PR) juga berperan dalam menciptakan ruang digital yang sehat, seperti menepis konten negatif atau kontranarasi yang dapat menimbulkan polarisasi di media sosial.