Panduan Memetakan dan Memprioritaskan “Stakeholder”

PRINDONESIA.CO | Senin, 04/12/2023
Power vs. Interest Grid Metode Power-Interest Grid mengklasifikasikan stakeholder berdasarkan tingkat kekuasaan atau pengaruh (power level) mereka terhadap perusahaan.
Dok. Pribadi

Salah satu faktor mendung keberhasilan bisnis adalah proses memetakan dan memprioritaskan stakeholder. Berikut tahapannya. 

Oleh: Herry Ginanjar CEO dan pendiri etKomunika, pakar stakeholder management dan ESG.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Setelah melakukan proses analisis stakeholder, yang artikelnya dimuat di Majalah PR INDONESIA pada edisi sebelumnya, maka proses berikutnya adalah membuat pemetaan stakeholder. Langkah ini dilakukan untuk membuat proses pemetaan menjadi lebih visual, mudah terlihat, lebih sederhana, dan mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan stakeholder.

Kemampuan untuk mengenali dan memahami tuntutan, kepentingan, dan pengaruh stakeholder melalui pemetaan stakeholder ini sangat diperlukan karena dapat meningkatkan keberhasilan bisnis secara substansial. Pada artikel ini, saya akan mengajak para pembaca untuk mempelajari mulai dari proses pemetaan stakeholder dan proses penentuan prioritas, mengeksplorasi berbagai alat hingga metode yang perlu dilakukan agar proses pelibatan stakeholder berjalan optimal.

Satu hal yang pasti, pemetaan stakeholder itu memerlukan pengenalan dan pengelompokan individu, kelompok, atau entitas yang memiliki kepentingan dalam sebuah bisnis atau proyek-proyek perusahaan. Dengan memvisualisasikan hubungan, kekhawatiran, dan pengaruh mereka, seorang manajer dapat membuat pilihan dalam melakukan pelibatan stakeholder (stakeholder engagement). Adapun pilihan itu dibuat berdasarkan informasi yang dapat memenuhi kepentingan para stakeholder, mengoptimalkan tujuan perusahaan dan hasil proyeknya.