Wamen Kominfo Nezar: “Humas Layak di Eselon 1, Bahkan Menteri”

PRINDONESIA.CO | Kamis, 22/02/2024 | 1.047
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria saat menjadi keynote speaker dalam GPR Conference di Jakarta, Kamis (22/2/2024).
Fahmi/PR INDONESIA

Jangankan menjadi eselon 1, menurut Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika Nezar Patria, menjadi menteri pun humas layak. Namun, dengan sejumlah catatan. Apa itu?

PRINDONESIA.CO, JAKARTA –  Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengatakan, humas layak berada di eselon 1, bahkan menjadi menteri. Hal ini disampaikannya dalam GPR Conference yang diselenggarakan oleh HUMAS INDONESIA di Jakarta, Kamis (22/2/2024).

Menurut Wamen Nezar, humas memiliki peran penting dalam membangun citra dan reputasi pemerintah, serta menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Namun, pria yang sebelumnya merupakan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post tersebut menekankan humas perlu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya agar dapat menjalankan tugasnya secara efektif. Hal ini penting, terutama di era digital yang penuh dengan disrupsi dan risiko politik.

Menurut alumnus Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, humas perlu memahami cara menggunakan teknologi digital untuk membangun strategi komunikasi yang efektif. Digitalisasi menghadirkan berbagai saluran informasi baru bagi masyarakat, sehingga pola komunikasi pun berubah dan menuntut strategi baru. “Peningkatan peran platform media sosial telah mengubah cara kerja dalam membangun strategi komunikasi,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Staf Khusus V Bidang Komunikasi Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia tahun 2022 - 2023.

Humas saat ini juga perlu memahami risiko politik. Risiko politik ini bisa berasal dari kebijakan negara yang mengubah tata kelola atau bisnis, dan juga dari media sosial yang dapat mempengaruhi naik turunnya saham, bahkan penutupan bisnis.

Adaptif

Lebih lanjut Wamen Nezar mengatakan, salah satu tantangan besar humas pemerintah saat ini adalah membangun kepercayaan publik. Menurutnya, saat ini cara-cara konvensional tidak cukup untuk membangun kepercayaan publik. Humas pemerintah harus menggunakan teknologi dan memiliki satuan khusus di media sosial untuk mengatasi kekacauan informasi dalam rangka membangun persepsi.

Untuk itu, ia berkesimpulan, kunci untuk meningkatkan kemampuan humas pemerintah adalah mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Humas juga harus mempelajari karakter setiap media sosial dan penggunanya dan memahami logika media sosial, seperti visibilitas dan algoritma.

Pria kelahiran tahun 1970 itu menunjukkan bahwa strategi komunikasi baru yang memanfaatkan perangkat digital terbukti efektif. Contohnya, pada saat kenaikan harga BBM tahun 2022, masyarakat tampak memahami kebijakan tersebut karena humas pemerintah menggunakan strategi komunikasi baru melalui media digital.

Wamen Nezar menutup pemaparannya dengan mengajak agar humas dapat menyesuaikan strateginya dengan budaya baru dalam menyerap informasi yang muncul akibat digitalisasi. (lth)