Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah dan homeless media atau new media untuk mendukung agenda pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat demokrasi.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Fenomena homeless media atau new media makin menegaskan pergeseran lanskap komunikasi di era digital. Dengan format konten yang ringkas, cepat, dan relevan, new media telah menjadi sumber informasi alternatif sekaligus membentuk opini publik.
Keberadaan new media yang kini telah menjadi kekuatan baru dalam ekosistem komunikasi turut menarik perhatian pemerintah. Hal itu tercermin dalam diskusi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar bersama 22 pelaku new media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum di Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Muhaimin menilai new media kini telah menjadi arus utama dalam penyebaran informasi yang relevan dan mudah diakses lintas generasi, khususnya generasi muda. Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga mengapresiasi kemampuan adaptasi para pelaku media dalam bertahan dan bertransformasi di tengah perubahan lanskap digital. “Saya sendiri mengagumi berbagai sajian new media ini dan saya sangat apresiasi adaptasi yang dilakukan,” ujarnya dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (15/4/2026).
Menurut Cak Imin, kekuatan new media tidak hanya terletak pada kecepatan, melainkan juga pada kemampuannya menjangkau audiens secara lebih luas dan relevan. “Saya kira bagi semua generasi, tidak hanya anak muda, sekarang yang efektif adalah new media ini,” tutur dia.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk memaksimalkan potensi tersebut, terutama dalam menjangkau generasi muda sebagai fokus pembangunan ke depan. Untuk mewujudkan itu, Cak Imin menyatakan bakal memanfaatkan semaksimal mungkin potensi new media tersebut. “Justru karena kekuatan yang Anda milikilah, kita mengajak Anda semua untuk berkolaborasi,” tegasnya.
Ia juga menilai keberadaan wadah seperti Indonesia New Media Forum penting untuk memperkuat posisi pelaku new media yang kerap dipersepsikan sebagai individu, padahal memiliki peran kolektif strategis dalam membentuk opini publik.
Dalam konteks ini, katanya, pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya untuk mendorong agenda pemberdayaan masyarakat. “Nah, prestasi Anda semua justru menciptakan kesempatan untuk kolaborasi kita ke depan. Karena Anda telah bertahan, beradaptasi, bertransformasi, menyesuaikan dengan tuntutan dan kebutuhan semua generasi,” ucap Cak Imin.
Jembatan Komunikasi yang Efektif
Cak Imin pun menekankan bahwa efektivitas program pemerintah membutuhkan peran aktif media sebagai mitra sekaligus pengawas. “Terus terang, efektifitas ini juga tidak bisa dengan menunggu tapi harus di-push. Harus kritis kepada semua kementerian,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan arah kebijakan pemerintah yang kini berfokus pada pergeseran dari bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat. Ia pun menerangkan bahwa program lintas kementerian dinilai perlu didukung komunikasi yang efektif agar tepat sasaran dan berdampak nyata. “Saya berharap new media ini bisa menjadi jembatan yang efektif bagi tugas dan kewajiban pemerintah, khususnya mendorong suksesnya pemberdayaan masyarakat sehingga setiap anggaran yang keluar akan efektif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Cak Imin turut mengapresiasi kontribusi new media dalam menjaga kualitas informasi dan merawat demokrasi melalui penyampaian aspirasi publik. “Kualitas informasi media baru ini untuk menerjemahkan realitas, menerjemahkan teori, menerjemahkan gagasan, meyakinkan saya bahwa Anda semua berhasil ikut merawat demokrasi kita,” pungkasnya. (Fadhil Pramudya)
- BERITA TERKAIT
- Ajak Kolaborasi, Menko PM Sorot Peran “New Media” dalam Program Pemerintah
- Literasi hingga Transparansi, Ini Kata Pakar Soal Pembatasan Medsos bagi Anak
- Menyoal Siapa Dirigen Komunikasi Pemerintahan Prabowo
- Menko PM Sebut Komunikasi Pemerintah Buruk Saat Polemik BPJS Kesehatan Mencuat
- Bakohumas GPR Outlook 2026 Dorong Kecepatan dan Ketepatan Komunikasi Publik