HOME » EVENT » AWARDS

Digelar Besok, FOKUS HIBRA 2026 Akan Bedah Anatomi Krisis BUMD

PRINDONESIA.CO | Rabu, 10/06/2026
FOKUS HIBRA 2026 akan digelar di Gedung Peruri, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Dok. HUMAS INDONESIA

FOKUS HIBRA 2026 membedah anatomi krisis perusahaan pelat merah. Praktisi mendesak direksi BUMD merombak manajemen komunikasi krisis merebut kepercayaan.

JAKARTA, HUMASINDONESIA.ID —Perubahan karakter krisis di era digital yang menjalar cepat ke dunia maya dinilai berpotensi mengancam kelangsungan bisnis Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Karena itu, Business Director Trisaska Komunika M. Kh. Rachman Ridhatullah meminta perusahaan pelat merah daerah menghadirkan manajemen komunikasi krisis yang adaptif agar fenomena keruntuhan reputasi instansi dapat dicegah.

Pria yang akan menjadi salah satu pembicara dalam Forum Kebijakan Komunikasi Strategis dan HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA 2026) pada Kamis (11/6/2026) di Gedung Peruri, Jakarta Selatan itu menilai, pendekatan birokrasi usang yang sekadar menjadikan taktik publikasi sebagai alat pencitraan petinggi dapat berdampak langsung terhadap hilangnya kepercayaan publik, khususnya pelanggan yang mengandalkan pelayanan harian.

Lebih lanjut Rachman mengungkapkan adanya pergeseran ancaman mematikan dari bencana alam atau kerugian finansial menuju krisis di ruang siber. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak hanya mempertaruhkan kredibilitas lembaga setiap detik, tetapi juga memicu penderitaan nyata bagi pelanggan setia. "Krisis lebih sering dipicu oleh krisis kepercayaan (trust crisis) yang berkembang melalui ruang digital dan media sosial," ungkap Rachman kepada HUMAS INDONESIA, Selasa (9/6/2026).

Dalam konteks ini, menurut Rachman, BUMD perlu membangun sistem komunikasi krisis yang lebih mengedepankan empati agar setiap keresahan warga mendapat validasi secara langsung tanpa harus mencari kambing hitam. Katanya, penanganan kemelut lapangan yang dieksekusi secara tepat akan mampu menyelamatkan nyawa bisnis jangka panjang. "Terdapat pola yang cukup konsisten bahwa penanganan krisis yang baik dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan pendapatan dan keberlanjutan bisnis," tegasnya.

Tak hanya mengevaluasi akar persoalan darurat, Rachman juga mengkritisi kekakuan dan tumpulnya manuver kehumasan instansi lokal yang sering kali hanya merilis lembar siaran pers teknis. Ia menekankan pentingnya mengubah wujud komunikasi krisis menjadi instrumen utama yang memperkuat akuntabilitas kinerja harian operasional perusahaan. "Tantangan terbesar komunikasi krisis di lingkungan BUMD saat ini bukan lagi terletak pada kemampuan membuat siaran pers atau melakukan konferensi pers," urai Rachman membedah manuver komunikasi instansi daerah.

Rachman berharap para pemimpin BUMD segera merombak strategi dan turun tangan langsung merespons tuntutan masyarakat yang makin kritis. "Ketika air tidak mengalir, sistem perbankan mengalami gangguan, rumah sakit penuh, atau layanan transportasi terhenti, masyarakat tidak hanya membutuhkan penjelasan teknis, tetapi juga membutuhkan kepastian bahwa organisasi memahami kesulitan yang mereka alami dan sedang bekerja sungguh-sungguh untuk menyelesaikannya," pungkasnya.

FOKUS HIBRA 2026

Forum Kebijakan Komunikasi Strategis dan HUMAS INDONESIA BUMD Reputation Awards (FOKUS HIBRA) 2026 yang mengusung tema "Tata Kelola BUMD yang Bereputasi di Era Digital" diselenggarakan untuk mengukur ketangguhan reputasi serta membedah taktik tata kelola korporasi pelat merah. 

FOKUS HIBRA 2026 terbuka bagi ragam level jabatan birokrasi. Kepesertaan mencakup jajaran direksi, pimpinan menengah tingkat manajer, pejabat madya pemerintah daerah, hingga staf hubungan masyarakat yang bertarung langsung memulihkan citra instansi setiap hari.

Kompetisi ini memotret eksposur positif dari pemberitaan digital. Penghargaan akan diberikan kepada BUMD yang sukses menaklukkan algoritma media daring dan platform sosial guna meredam rentetan isu darurat sekaligus mendongkrak kepercayaan pemangku kepentingan tingkat wilayah.

Untuk dapat mengikuti Forum Kebijakan Komunikasi Strategis Tiket, peserta hanya perlu berinvestasi senilai Rp750.000 per orang. Peserta nantinya akan membawa pulang cetak biru tata kelola transparan, dokumen whitepaper, serta berkesempatan berjejaring langsung sesama praktisi kehumasan tanah air. Selain itu, instansi pengirim minimal tiga utusan akan menerima bonus konsultasi daring penanganan isu darurat selama satu jam penuh.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan: bit.ly/FOKUSHIBRA2026. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Sdri. Rachelya Putri (0859-5919-3553) atau Sdri. Salsabila (0882-0050-03868).

Ikuti terus perkembangan pendaftaran FOKUS HIBRA 2026 hanya di portal resmi humasindonesia.id dan prindonesia.co. (Arfrian R.)