Founder & Director Infinity Continuity, Business Continuity Management (BCM) Gary Ng menegaskan bahwa kebijakan ESG dan DEI akan bermakna apabila diimplementasikan secara nyata melalui business continuity
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Acara puncak The 5th Indonesia DEI & ESG Awards (IDEAS) 2026 yang digelar pada Kamis (9/7/2026) di Ambhara Hotel, Jakarta Selatan, menghadirkan founder & Director Infinity Continuity, Business Continuity Management (BCM) Gary Ng, sebagai salah satu pembicara. Dalam sesinya yang bertajuk “Saat Krisis Menguji Nilai: Apakah ESG dan DEI benar-benar bertahan?”, ia menegaskan bahwa ketahanan organisasi tidak hanya diukur dari kemampuan memulihkan operasional, tetapi juga dari konsistensinya menjalankan komitmen ESG dan DEI di tengah situasi krisis.
Sebagai pemimpin dari lembaga konsultasi dan penyedia pelatihan independen di bidang business continuity dan crisis management, Gary menjelaskan, business continuity management (BCM) menjadi pondasi penting dalam membangun ketahanan organisasi di tengah berbagai ancaman, mulai dari bencana alam, serangan siber, disrupsi digital, hingga perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Menurutnya, seiring meningkatnya perhatian terhadap praktik ESG dan DEI, pendekatan tersebut telah berkembang menjadi strategi ketahanan organisasi secara keseluruhan. “Business continuity bukan lagi tentang mengembalikan sistem yang berhenti beroperasi. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana organisasi mampu melindungi manusia, mempertahankan layanan serta menjaga kepercayaan publik ketika krisis berlangsung,” jelasnya.
Tolak Ukur Integritas Organisasi
Dalam paparannya, Gary turut mengingatkan bahwa banyak organisasi telah memiliki berbagai kebijakan terkait ESG, DEI maupun business continuity. Namun, katanya, tidak sedikit yang implementasinya terhenti pada dokumen administratif. Ia menceritakan pengalamannya saat melakukan audit terhadap sebuah organisasi yang memiliki dokumen tersebut lengkap, tetapi hanya tersimpan di dalam lemari dan tidak pernah digunakan sebagai pedoman operasional. “Memiliki rencana saja tidak cukup. Organisasi harus benar-benar memahami bagaimana menjalankannya ketika krisis terjadi,” jelasnya.
Menurut Gary, keberhasilan sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya kebijakan yang dimiliki, tetapi dari kemampuan menerapkannya ketika menghadapi situasi darurat. Misalnya, pada saat terjadi bencana atau gangguan operasional, kata Gary, publik tidak akan mengingat penghargaan ESG, laporan berkelanjutan, maupun dokumen kebijakan perusahaan. Sebaliknya, masyarakat akan menilai bagaimana organisasi memperlakukan karyawannya, menyampaikan informasi secara transparan, serta menjaga layanan kepada pelanggan.
Mengutip hasil white paper Business Continuity Institute (BCI) tahun 2025, Gary menyampaikan, baru 13 persen organisasi yang sepenuhnya mengintegrasikan prinsip DEI ke dalam business continuity plan. Sementara itu, hampir 60 persen responden menilai DEI menjadi semakin penting saat krisis berlangsung, dan sekitar 50 persen percaya bahwa tim yang beragam mampu meningkatkan ketahanan organisasi.
Temuan tersebut, jelas Gary, menunjukkan bahwa ketahanan organisasi tidak lagi hanya bergantung pada sistem dan teknologi, tetapi juga pada kemampuan mengelola keberagaman dan menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan.
Menutup paparannya, Gary menegaskan, organisasi yang akan terus memperoleh kepercayaan publik adalah mereka yang telah mempersiapkan diri sebelum krisis terjadi, melindungi seluruh pemangku kepentingan, berkomunikasi secara terbuka, mampu pulih dengan cepat serta terus belajar dari setiap pengalaman. “ESG menunjukkan nilai yang dianut organisasi. DEI menunjukkan bagaimana organisasi menghargai manusia. Tetapi, business continuity menjadi bukti apakah seluruh komitmen itu benar-benar tetap hidup ketika organisasi menghadapi tekanan terbesar,” pungkasnya. (Evira Anyelia)
- BERITA TERKAIT
- Konferensi IDEAS 2026 Sorot Penguatan Komunikasi Demi Praktik DEI & ESG Berkelanjutan
- Organisasi Perlu Integrasikan ESG dan DEI dalam Strategi Ketahanan Bisnis
- Daftar Lengkap Pemenang IDEAS 2026
- Berawal dari Tren, Praktik DEI & ESG Kini Menjadi Kebutuhan Bisnis
- Puncak IDEAS 2026 Tegaskan Komunikasi Jadi Jembatan bagi Dampak Praktik DEI & ESG