Guna Hadapi Krisis, Perhumas Makassar Serukan Pentingnya Kolaborasi “Pentahelix”

PRINDONESIA.CO | Selasa, 11/08/2026
Pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas kota Makassar.
doc/Antara News

Perhumas BPC Makassar berharap tidak hanya aktif membuat kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan baru, praktik komunikasi terbaik, ruang kolaborasi lintas sektor, hingga menjadi rujukan penyelenggaraan PR di kawasan Indonesia Timur.

MAKASSAR, PRINDONESIA.CO – Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Indonesia cabang Makssar menyelenggarakan talkshow bertajuk Reinventing PR through Multidimensional Communication Crisis, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini menjadi komitmen Perhumas dalam memperkuat kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam menghadapi krisis komunikasi.

Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Perhumas kota Makassar. Di sana, Ketua BPC Perhumas Makassar Devo Khadafi menyebut ada tiga hal utama yang akan dipersiapkan dalam upaya menghadapi komunikasi krisis. “Dimulai dari memperkuat sinergi, kolaborasi dan meningkatkan kompetensi para pengurus Perhumas Makassar,” ujarnya dikutip dari Antaranews, Sabtu (8/8/2026).

Kolaborasi dan sinergi, menurut Devo, menjadi kunci dalam menghadapi krisis yang berdatangan. Dalam implementasinya, Perhumas akan berupaya kolaborasi dengan semua unsur pentahelix kehumasan di kota Makassar dan Provinsi Sulawesi Selatan mencakup pemerintah, akademisi, media, pelaku usaha/swasta dan komunitas.

Selain itu, Devo menyampaikan, kompetensi para pengurus juga perlu terus diupayakan guna menghadapi krisis di masa yang akan datang dengan berbagai persoalannya. “Hari ini kita mengadakan pelantikan untuk memperkuat kolaborasi dan silaturahmi, kemudahan sinergi, sekaligus juga mengadakan talkshow untuk membuka wawasan kita,” imbuhnya.

Benih Nilai-Nilai Praktisi PR

Dalam talkshow yang dihadiri oleh tiga pembicara yaitu Anggota DPR RI Syamsu Rizal, Sekretaris Umum Perhumas Indonesia Beny Siga Butar Butar, dan Head of External Relations Sorowako and Soworako Outer Area (SOA) PT Vale Indonesia Yusri Yunus, dibahas tentang peran public relations (PR) yang tidak hanya proaktif menjadi pemadam kebakaran, tetapi juga proaktif memitigasi sebelum adanya kebakaran tersebut.

Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketua Umum Bidang Komunikasi Publik dan Kehumasan Perhumas Indonesia Glory Oyong menekankan, karakter masyarakat Makassar yang terbuka, tangguh, berani, dan menjunjung tinggi nilai siri’na pacce yaitu pedoman moral untuk menjaga martabat sekaligus membangun kepedulian terhadap sesama, sesuai dengan modal diri yang perlu ditanamkan bagi  praktisi PR.

Menurut Oyong, sejatinya komunikasi yang baik selalu dimulai dari rasa saling menghormati, menjaga harga diri, membangun empati, dan menumbuhkan kepercayaan. “Nilai-nilai ini menjadi landasan penting bagi Perhumas di Makassar. Sebab, kekuatan Perhumas tentu tidak hanya berasal dari pengurus pusat saja, melainkan bertumbuh dari cabang-cabang yang aktif menghidupkan organisasi di daerah,” tandasnya. (Evira Anyelia)