Pengamat Soroti Agenda Merdeka Run Sebagai Bagian Komunikasi Pemerintah

PRINDONESIA.CO | Selasa, 01/09/2026
Merdeka Run sebagai rangkaian agenda terakhir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Sabtu (29/08/2026).
doc/Antara News

Pengamat politik Hendri Satrio menilai gelaran Merdeka Run 2026 menjadi bentuk komunikasi publik pemerintah yang mampu melibatkan masyarakat secara langsung.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Kementerian Sekretariat Negara bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menyelenggarakan acara Merdeka Run sebagai rangkaian agenda terakhir dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Jakarta, Sabtu (29/08/2026). Gelaran yang diikuti lebih dari 12.000 pelari ini mendapat respons positif dari pengamat politik Hendri Satrio.

Pria yang akrab disapa Hensa itu menilai, kegiatan tersebut dapat dipandang sebagai bagian dari komunikasi publik yang baik dan mudah diterima, daripada slogan atau pujian terhadap capaian sendiri. “Kadang pemerintah cukup bikin acara yang menarik, masyarakat datang, semua senang. Itu juga komunikasi. Yang penting setelah larinya selesai, pemerintah jangan ikut lari dari persoalan masyarakat,”  ujarnya dikutip dari Antaranews.com, Minggu (30/8/2026).

Bukan Dukungan

Menurut Hensa, tingginya partisipasi masyarakat dalam Merdeka Run tetap menjadi catatan positif bagi pemerintah sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan tersebut tetap perlu diikuti dengan upaya pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Adaupun kehadiran ribuan peserta tersebut, lanjut Hensa, tidak dapat langsung diartikan sebagai bentuk dukungan politik kepada pemerintah. “Jangan nanti karena yang datang 12.000, dianggap semuanya sedang menyatakan dukungan politik,” ujarnya.

Kendati demikian, Hensa menegaskan bahwa perayaan tersebut menjadi bukti pendekatan komunikasi yang tidak hanya berjalan satu arah saja tetapi menjadi ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat tanpa harus diposisikan sebagai ukuran dukungan politik. (Evira Anyelia)