HOME » EVENT » AWARDS

Penjurian AHI 2026: Kreativitas Demi Komunikasi Berdampak

PRINDONESIA.CO | Kamis, 03/09/2026
Manajer PT KAI Adjeng Putri Adhatu dalam penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 hari kedua, Rabu (2/9/2026).
doc/PR INDONESIA

Sejumlah peserta dalam penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 hari kedua, Rabu (2/9/2026) membuktikan bahwa komunikasi berdampak tidak lahir dari pendekatan yang seragam, namun dapat bergerak leluasa demi menciptakan dampak yang terukur.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Komunikasi yang berdampak tidak hanya mampu membangun kesadaran publik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan. Hal itu seakan ditegaskan sejumlah peserta dalam penjurian Anugerah HUMAS INDONESIA (AHI) 2026 hari kedua, Rabu (2/9/2026), pada kategori Program Kehumasan Pemerintah, yakni datang membawa program “Paw-sitive Impact” dan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku dengan program “Marinyo Mangente Negeri”.

PT Kereta Api (KAI) Logistik, misalnya, mengusung program Paw-sitive Impact untuk tujuan tersebut. Disampaikan oleh Manajer PT KAI Adjeng Putri Adhatu, rancangan program yang dihadirkan untuk mendorong layanan pengiriman hewan melalui aktivasi online dan offline ini diawali dengan analisis pasar dan riset menggunakan pendekatan  strength, weakness, opportunities, threats (SWOT). “Dari sana, kami menemukan peluang untuk memperkuat KALOG Express dalam menerima pengiriman hewan berbasis kereta api yang lebih aman, stabil dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Dalam mengomunikasikan program tersebut, kata Adjeng, pihaknya menjalankan beragam pendekatan mulai dari fokus content strategy in-house berbentuk feeds dan reels edukatif, penyebaran siaran pers, kolaborasi dengan pemengaruh (influencer), menyelenggarakan temu komunitas pecinta hewan, blogging competition bagi jurnalis, hingga penyelenggaraan acara pet-friendly gathering Paw on Track yang menghadirkan dokter hewan, komunitas cat lovers dan influencer. “Program tersebut menghasilkan lebih dari 700 publikasi media massa, berhasil meningkatkan pengiriman hewan peliharan sebesar 12% dari 74,637 ekor menjadi 83,455 ekor. Besaran angka tersebut selaras dengan tumbuhnya pengikut Instagram KAI Logistik yang sebesar 5,4%,” lanjutnya.

Program tersebut mendapat apresiasi sekaligus catatan dari Strategic Business Director HUMAS INDONESIA Ainul Yaqin yang duduk di bangku juri. Menurutnya, pertumbuhan bisnis sebesar 12% masih berpotensi ditingkatkan dengan memperkuat narasi. Ia menilai, aspek kenyamanan dan minimnya manuver selama perjalanan dengan kereta api dapat menjadi keunggulan yang dikomunikasikan secara lebih kuat. “Hewan peliharaan mudah stres karena terlalu banyak manuver sedangkan dengan kereta itu tidak. Nah, itu bisa menjadi narrative hook untuk konten penjualan dari program ini,” ujarnya memberikan saran.

Memberdayakan Kearifan Lokal

Berbeda dengan KAI Logistik yang mengandalkan kekuatan komunitas dan kanal digital, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku punya program kehumasan bertajuk Marinyo Mangente Negeri. Disampaikan oleh Staf Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Rachman Saleh, program berbasis kearifan lokal ini menjadi sarana komunikasi publik Bank Indonesia untuk membangun engagement dan advocacy masyarakat terhadap Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat tingkat desa/negeri.

Dalam implementasinya, terang Banu, pihaknya menggunakan pendekatan budaya lokal “Marinyo” sebagai media penyampaian informasi guna menjangkau ke seluruh masyarakat desa dan wilayah terpencil. “Kami juga menggunakan komunikasi adat yang melibatkan  para tokoh desa, raja, guru dan pemuda sebagai mitra edukasi yang jauh lebih efektif dibandingkan media digital dalam mengedukasi masyarakat. Sebab, di wilayah ini masih menjadi daerah 3T dan akses internet cukup terbatas,” jelasnya.

Penerapan program yang dilengkapi dengan penunjukan Duta Marinyo ini, lanjut Banu, telah menjangkau kolaborasi lebih dari 25 lintas kanal, stakeholder dan komunitas, ditambah adanya kenaikan indeks pemahaman CBP Rupiah sebesar 75,73 yang dikategorikan baik.

Juri Ainul Yaqin menyebut, pendekatan komunikasi berbasis kearifan lokal yang dihadirkan Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku memiliki kekuatan karena mampu menjawab tantangan akses komunikasi sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat. Untuk selanjutnya, ia pun menyarankan agar identitas budaya Maluku dan Ambon sebagai Kota Musik agar semakin dimanfaatkan untuk memperkuat daya tarik komunikasi program. “Mungkin dengan membuat jingle untuk lebih menarik dan menggaet pemahaman masyarakat lewat musik,” pungkasnya. (Evira Anyelia)