Cara PT PLN EPI Membangun Pemahaman dan Kepercayaan Publik

PRINDONESIA.CO | Selasa, 22/09/2026
PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI)
doc/ PLN EPI

Sekretaris Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Mamit Setiawan menekankan pentingnya komunikasi yang terintegrasi dengan media dan stakeholder mampu meningkatkan pemahaman dan kepercayaan publik.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Dalam bisnis yang sarat akan kepentingan masyarakat banyak, peran komunikasi sangat krusial untuk membangun pemahaman dan kepercayaan publik. Hal ini ditekankan oleh Sekretaris Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Mamit Setiawan. Dalam konteks ini, mengambil contoh dengan praktik di PLN EPI, ia mengatakan, informasi mengenai transformasi bisnis dan program keberlanjutan merupakan salah satu hal penting dalam komunikasi yang dijalankan perusahaan.

Dalam praktiknya, lanjut Mamit, pihaknya memanfaatkan komunikasi dan hubungan media untuk memperluas pemahaman mengenai agenda transisi energi dan pembangunan berkelanjutan. “Kami akan terus memperkuat komunikasi yang kredibel dan berdampak, sejalan dengan transformasi bisnis dan komitmen keberjalutan PLN EPI,” ujarnya dikutip dari Media Indonesia, Minggu (20/9/2026). 

Dua Program Unggulan 

Mamit pun membagikan dua program komunikasi unggulan yang telah sukses dilakukan. Pertama, program bertajuk Gas Kita (Gasifikasi untuk Kita): Satukan Cerita, Gerakkan Transisi Energi. Ia menjelaskan, program ini mengangkat isu pemanfaatan gas domestik melalui gasifikasi, pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), dan berkaitan dengan agenda transisi energi. Dalam pelaksanaan program tersebut, PLN EPI memanfaatkan kanal komunikasi dan hubungan media untuk memperluas pemahaman mengenai peran gas dalam transformasi sektor energi tersebut. 

Kedua, program pemberdayaan bertajuk Desa Berdaya Energi Gunungkidul, From Activity to Impact: Empowering Communities for Sustainable Energy. Program pemberdayaan tersebut, terang Mamit, mendorong masyarakat lokal untuk terus mengembangkan ekosistem biomassa sebagai penyediaan energi tetapi juga dapat membantu menghidupkan masyarakat dari segi sosial, ekonomi dan lingkungan. 

Implementasi program-program tersebut, tegas Mamit, senantiasa dibarengi dengan komunikasi yang relevan, terintegrasi, transparan dan memberikan dampak bagi stakeholder.“Sehingga, nantinya pemahaman dan kepercayaan publik terhadap transformasi bisnis, transisi energi dan program keberlanjutan perusahaan dapat terbangun di benak publik,” pungkasnya. (Evira Anyelia)