Head of Brand Momogi Group Gerry Hallatu membagikan upaya komunikasi yang relevan lintas generasi melalui pengalaman, partisipasi yang mendorong keterlibatan dan kedekatan dengan konsumen dikemas secara daring maupun luring.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Membangun kesadaran merek (brand awareness) bukan satu-satunya tolok ukur keberhasilan komunikasi. Di tengah fragmentasi karakter konsumen yang semakin, perusahaan perlu memastikan merek tidak hanya dikenal, tetapi juga relevan dengan kebutuhan, kebiasaan, dan pengalaman audiens. Hal itu ditekankan oleh Head of Brand Momogi Group Gerry Hallatu dalam PR INDONESIA Communication Outlook (PRICO) 2027, Kamis (29/10/2026) di Auditorium Lantai 2, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.
Dalam konteks Momogi Group, Gerry menjelaskan, mempertahankan eksistensi merek yang telah hadir selama lebih dari 20 tahun di pasar Indonesia berkaitan dengan perubahan perilaku konsumen yang tersebar ke dalam lima kelompok generasi. Ia mengatakan, setidaknya terdapat lima kelompok generasi dengan karakteristik, preferensi, dan kebiasaan mengakses media yang berbeda. “Sehingga kami perlu memetakan sekaligus memahami siapa audiens yang ingin dijangkau, platform yang mereka gunakan, hingga alasan sebuah produk dapat menjadi bagian dari keseharian mereka,” jelasnya.
Dalam hal tersebut, Gerry menekankan, tingkat kesadaran terhadap merek belum tentu berbanding lurus dengan minat beli apabila tidak relevan dengan konsumennya. Untuk itu, ia menegaskan bahwa setiap produk yang ditawarkan harus mampu relevan dan melekat kepada konsumen.
“One Voice, Right Moment”
Dalam praktiknya, lanjut Gerry, Momogi Group menerapkan pendekatan komunikasi one voice, right moment sebagai cara untuk menjaga konsistensi identitas dan pesan utama merek dan tetap mengadaptasi pesan tersebut sesuai dengan karakter setiap generasi.
Ia mencontohkan, penempatan produk dalam film animasi Jumbo (2025) menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan merek kepada audiens melalui pengalaman hiburan. Momogi juga memanfaatkan Pekan Raya Jakarta (PRJ) sebagai wadah interaksi langsung dengan konsumen secara konsisten selama 16 tahun terakhir. “Kombinasi aktivitas daring dan luring adalah upaya kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya membangun kedekatan, tetapi juga membuka peluang interaksi hingga transaksi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Gerry, pada program Q2 Jelajah Nusantara Special Flavour, Momogi sukses berkolaborasi dengan Hype Games melalui platform Roblox dengan menghadirkan maskot merek ke dalam permainan. Pendekatan tersebut memungkinkan Momogi menjangkau anak-anak melalui platform yang dekat dengan keseharian mereka, sekaligus memperkenalkan produk dan pengalaman merek melalui aktivitas bermain.
Di sisi lain, Gerry menyampaikan bahwa komunikasi dalam konteks tradisional tetap dijaga melalui aktivitas hubungan media, seperti distribusi siaran pers dan penyelenggaraan konferensi pers untuk menyampaikan berbagai inisiatif perusahaan. “Publikasi bukan menjadi tujuan akhir, tetapi setiap aktivitas komunikasi perlu diarahkan untuk mendorong keterlibatan audiens, membangun komunitas, dan memperkuat kepercayaan terhadap merek,” pungkasnya. (Evira Anyelia)
- BERITA TERKAIT
- Cara Momogi Group Kelola Komunikasi Lintas Generasi Digital
- Komunikasi Dinilai Penting dalam Krisis BBM yang Terjadi di Sejumlah Daerah
- BPBD HSS Apresiasi PT SAM dan AALI Bantu Padamkan Karhutla di Lahan Warga
- Perkuat Reputasi dan "Brand Awareness" Ekosistem, IFG Integrasikan StratKom 17 Entitas
- Demi Komunikasi dan Pengelolaan Reputasi, BNCT Perkuat Kompetensi PR