Praktisi humas wajib menguasai panduan BCM ISO 22301 demi mencegah kehancuran reputasi perusahaan saat merespons krisis operasional secara mendadak.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO — Kelumpuhan fasilitas produksi maupun layanan seperti aplikasi perbankan menuntut humas perusahaan dapat memberikan jawaban pasti kepada publik dalam rentang waktu dua puluh menit awal. Menurut founder & Director Infinity Continuity Gary Ng dalam Resiliency Workshop bertajuk Business Continuity Fundamentals for Communications (BCM) yang berkolaborasi dengan HUMAS INDONESIA di Grand Ascott Kuningan, Selasa (27/10/2026) di Jakarta, dalam konteks ini humas memahami betul delapan standar ISO 22301.
Adapun klausul delapan standar ISO 22301 mengharuskan pihak manajemen memetakan batas ketersediaan sumber daya operasi minimal agar denyut nadi bisnis tetap berputar walau dalam mode darurat. "Kalian sudah harus paham inti dan konsep di balik perencanaan operasi," ucapnya.
Langkah penyebaran informasi darurat kepada warga harus sejalan dengan teori komunikasi krisis situasional rumusan pakar W. Timothy Coombs perihal kewajiban penyampaian instruksi penyelamatan secara cepat. Praktisi humas bertugas memastikan penyusunan draf janji pemulihan layanan publik berjalan selaras mengikuti takaran kapasitas tim teknis menangani kerusakan aset di lapangan.
Target Waktu Pemulihan
Tata kelola krisis kelembagaan bakal hancur berantakan bila juru bicara keliru menghitung batas maksimal toleransi gangguan sistem, padahal otoritas moneter lazimnya mematok aturan tegas bahwa fungsi anjungan tunai mandiri wajib hidup kembali dalam tempo empat jam. "Insiden lumpuhnya layanan perbankan digital DBS membuktikan besarnya kerugian finansial usai regulator Singapura menjatuhkan sanksi denda pemotongan bonus eksekutif puncak hingga empat juta dolar," sebut Gary.
Kasus banjir bandang pabrik kimia Arkema di Texas turut memperlihatkan kegagalan fungsi alat pembangkit listrik cadangan lantaran semua fasilitas berbagi paparan ancaman lingkungan serupa. Rangkaian kejadian nahas tersebut menegaskan perbedaan mendasar antara penyusunan rencana kontinuitas tertulis dengan praktik nyata eksekusi manajemen kedaruratan tatkala badai benar-benar menghantam pusat produksi. "Tim humas wajib merilis pernyataan awal berisi pengakuan situasi terkini tanpa menyebar tebakan serampangan supaya reputasi institusi terhindar dari ancaman kehancuran permanen," pungkas Gary. (Arfrian R.)
- BERITA TERKAIT
- Belajar Taktik Komunikasi Krisis Tangani Peretasan Data
- Praktisi PR Wajib Ketahui "Golden Time" Penjaga Reputasi
- Mengulas “Crisis Management” dari Perspektif Keberlanjutan Bisnis
- “Business Continuity”, Pendekatan yang Akan Bantu Organisasi Persiapkan Diri Hadapi Krisis
- Perkuat Keberlanjutan Bisnis, Praktisi Komunikasi Perlu Petakan “Risk Management”