
Tingkat literasi keuangan perempuan relatif lebih rendah, yakni 18,84 persen dibandingkan pria 24,87 persen. Rendahnya angka ini mendorong Commonwealth Bank meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada kaum perempuan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Kenapa mesti perempuan? Menurut Lauren Sulistiawati, Presiden Direktur Commonwealth Bank, sekitar 50 persen dari total UKM di Indonesia adalah perempuan. Di samping itu, perempuan memiliki pengaruh finansial yang lebih besar dalam kehidupan pribadi mereka mulai dari mengatur keuangan keluarga, memutuskan pembukaan rekening baru, mengelola investasi tanpa pasangan, mengecek pengeluaran keuangan bisnis dan pribadi, sampai pengaruhnya di dalam komunitas lokal yang lebih luas.
Untuk mempercepat misinya itu, Commonwealth Bank bekerja sama dengan Mastercard meningkatkan kapasitas program Women Investment Series (WISE). Kerja sama antara kedua belah pihak ini resmi dilaksanakan di Jakarta, Kamis (31/8/2017).
WISE adalah platform pendidikan literasi keuangan untuk perempuan yang terpadu dan berkelanjutan yang diluncurkan sejak 2014. Setahun setelahnya, WISE dikembangkan dalam bentuk aplikasi. Melalui kerja sama ini, keduanya berkomitmen memperkuat jaringan formal dengan menciptakan pertukaran pengetahuan dan kemampuan perempuan pengusaha, melakukan inovasi teknologi melalui pengembangan sarana pembelajaran digital, dan pengembangan aplikasi WISE sehingga bisa menjangkau dan berdampak lebih luas secara nasional. Terakhir, mengembangkan penelitian dalam literasi dan inklusi keuangan guna memahami solusi-solusi untuk memperkuat inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang merata di Indonesia.
Saat ini tercatat lebih dari 2.500 perempuan lndonesia telah mengikuti kelas WISE secara tatap muka. Dan, lebih dari 3.500 orang mengunduh digital platform WISE App untuk mendukung literasi keuangan perempuan Indonesia. Agar semakin banyak perempuan yang terlibat, keduanya menggandeng komunitas IWAPI (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). "Upaya merangkul komunitas perempuan lainnya masih terus bertambah," kata Lauren.
Bagi perusahaan asal Australia yang telah beroperasi di Indonesia sejak 1997 ini, WISE bukan hanya CSR, tapi bagian dari strategi bisnis. "Kami mengawal perjalanan bisnis mereka secara end to end. Dari yang belum paham, mulai mengenal literasi keuangan, memberikan pilihan pinjaman yang sederhana tidak perlu datang ke bank bisa melalui digital aplikasi, tanpa agunan, ciptakan kelas, hingga mitra untuk mempercepat edukasi," ujar Safitri Damajanti, Head of Communications and Corporate Secretary, Commonwealth Bank.
Mastercard menyambut antusias kerja sama ini. Menurut Safdar Khan, Division President Indonesia, Malaysia and Brunei Mastercard, inklusi keuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen perusahaan yang mengoperasikan jaringan pemrosesan pembayaran ini untuk Indonesia.
Hadir pada acara tersebut Ketua DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari, Ketua Komite Pendidikan, Pelatihan IT DPP IWAPI Moza Pramita Pramono, dan Director, PT Mastercard Indonesia Tommy Singgih. rtn
- BERITA TERKAIT
- Bank Mandiri Group Beri Santunan Kepada 57.600 Anak Yatim, Lansia, dan 668 Yayasan
- Giro Kartini CIMB Niaga Dukung Pemberdayaan Wanita Penenun di Lombok Tengah
- Joglo Larva Center Jadi Simbol Harapan Pengelolaan Sampah
- Pertamina Peduli Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Jakarta Selatan
- Rayakan Kehangatan Ramadan, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 350 Anak Yatim