
Mengomunikasikan corporate social responsibilty (CSR) sama pentingnya dengan program tanggung jawab sosial yang dilakukan perusahaan itu sendiri. Demikianlah kesimpulan dari bedah buku Cagak Sawita Rupa karya M. Gunawan Alif yang berlangsung di Jakarta, Jumat (3/8/2018).
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Aktivitas mengomunikasikan CSR diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran, meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, membentuk opini, sikap dan perilaku publik, baik terhadap CSR maupun terhadap perusahaan yang melaksanakan kegiatan tersebut. Sikap positif publik terhadap program CSR yang dilaksanakan perusahaan tentu akan berimbas kepada keberlanjutan usaha.
Apakah aktivitas mengomunikasikan CSR yang dilakukan selama ini sudah membentuk pemahaman dan opini positif sesuai harapan? Menurut Prof Gati Gayatri, Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof Dr Moestopo, keberhasilan itu terletak pada profesionalisme pelaksana komunikasinya. Ditambah lagi, ada sinkronisasi antara strategi CSR dengan strategi komunikasi yang dilakukan perusahaan. “Strategi komunikasi harus disusun berdasarkan persepsi publik, bukan perusahaan. Kedepankan pula manfaat dan dampak dari suatu program,” katanya. (rvh)
Selengkapnya baca PR INDONESIA versi cetak dan SCOOP edisi 42/September 2018. Hubungi Sekhudin: 0811-939-027, [email protected]
- BERITA TERKAIT
- Bank Mandiri Group Beri Santunan Kepada 57.600 Anak Yatim, Lansia, dan 668 Yayasan
- Giro Kartini CIMB Niaga Dukung Pemberdayaan Wanita Penenun di Lombok Tengah
- Joglo Larva Center Jadi Simbol Harapan Pengelolaan Sampah
- Pertamina Peduli Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Jakarta Selatan
- Rayakan Kehangatan Ramadan, Bank Mandiri Gelar Buka Puasa dan Santunan untuk 350 Anak Yatim