Korsorsium perusahaan investasi internasional, Deep Knowledge Group, menempatkan Indonesia pada peringkat 97 dari 100 negara yang dianggap aman dari wabah pandemi Covid-19.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Data ini menjadi tamparan sekaligus berdampak pada reputasi dan kepercayaan bangsa. Pertanyaannya kemudian, apa yang harus dilakukan praktisi public relations (PR) sebagai garda terdepan penjaga reputasi dan bentuk kontribusi kepada negara?
Agung Laksamana, Ketua Umum BPP PERHUMAS dalam gelar wicara PERHUMAS MenujuKNH20, Rabu (23/9/2020), yang diselenggarakan secara virtual mengatakan, praktisi humas harus mampu mengedepankan kecepatan dalam menyampaikan informasi dan menyeimbangkan kompetensi yang dimiliki sesuai tuntutan zaman.
“Sebab, jika PR tidak cepat bertindak, transparan, memberikan suatu konsep dasar serta konten-konten positif bahwa negeri ini mampu melakukan penurunan angka Covid-19, dampaknya akan sangat riskan terhadap reputasi dan kepercayaan,” kata Director Corporate Affairs APRIL Group itu.
Adaptif, Inovatif, Kolaboratif
Isu inilah yang menjadi agenda Konvensi Nasional Humas 2020 (KNH20). Dengan mengangkat tema “Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif” tersebut akan mengajak seluruh humas se-Indonesia untuk mendukung pemerintah secara nyata dalam menekan laju penularan Covid-19. Serta, berpartisipasi secara aktif dalam persiapan pascapandemi di tanah air.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu menjadi platform bagi para praktisi humas untuk saling memahami berbagai tantangan dan kesempatan terhadap situasi dari masing-masing organisasi maupun bangsa. Lainnya, dapat menjadi wadah berbagi ilmu, perspektif, pengalaman serta pemikiran dalam menghadapi tantangan saat ini.
“Adaptif terhadap perubahan yang konstan, inovatif dalam mencari solusi melalui strategi kreatif, serta mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Boy Kelana Soebroto, yang tahun ini didapuk sebagai Ketua Panitia KNH20.
Berbagai subtema sudah disiapkan untuk mengisi event tahunan PERHUMAS yang untuk kali pertama diselenggarakan secara virtual di tengah pandemi pada 4-5 Desember 2020. Antara lain, Tren Global, Humas Pemerintah, Strategi dan Integrasi Komunikasi, Humas dan Kredibilitas, Media dan Tanggung Jawab Sosial, dan Tantangan Komunikasi. (ais)
- BERITA TERKAIT
- Krisis Komunikasi Budaya dalam Konflik SEAblings Vs KNetz
- Untuk Komunikator Masa Depan, BPC Perhumas Surabaya Raya Gelar PR Connect 2026
- Pakar Bilang Stratkom Perguruan Tinggi Wajib Selaras Tujuan Utama Institusi
- Keselarasan Jadi Tantangan Utama PR di Tengah Perkembangan Teknologi
- 4 Pilar Utama Komunikasi yang Harus Dikuasi Pejabat dan Tokoh Publik