Agustini Rahayu, Kemenparekraf: Humas Itu Harus Fleksibel Sekaligus Adaptif

PRINDONESIA.CO | Jumat, 19/02/2021
Unsur keberlanjutan penting bagi industri pariwisata. Sebab, jika tidak sustain, kita tidak punya lagi capital object.
Dok. Humas Kemenparekraf

Gesit dan lincah adalah sosok yang kami tangkap saat mewawancarai Agustini Rahayu, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, atau dikenal dengan akronim Kemenparekraf/Baparekraf, via virtual, Senin (14/12/2020).

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Awal Februari 2020, Ayu, begitu Agustini karib disapa, mengemban amanah baru sebagai Kepala Biro Komunikasi menggantikan Guntur Sakti. Baginya, dunia komunikasi atau public relations (PR) bukan hal baru. Ia mengantongi gelar master Ilmu Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) tahun 2004.

Namun, banyak yang tidak tahu, sebelumnya Ayu adalah seorang insinyur. Ia memilih banting stir mendalami Ilmu Komunikasi dengan keyakinan ilmu ini akan membuatnya jauh lebih berkembang baik secara personal maupun karier. 

Benar saja, selama 20 tahun menjadi abdi negara di Kemenparekraf/Baparekraf, ia sudah 15 kali ganti jabatan. Ayu menjadi sosok yang paling dicari ketika instansinya membutuhkan ASN dengan latar belakang Ilmu Komunikasi. Karenanya, ia menjadi kaya pengalaman. Ia dilibatkan di banyak kegiatan. Mulai dari marketing communication hingga strategi branding pariwisata Indonesia.

Di tengah jadwalnya yang luar biasa padat, kepada Ratna Kartika, Rizka Vardya, dan Rukmi Hapsari, ia berkisah—tepat satu jam sebelum masuk ke agenda rapat virtual lainnya. Berikut penuturannya.