Afifudin, IndiHome: Mengorkestrasi Komunikasi yang Empatik

PRINDONESIA.CO | Kamis, 02/09/2021
Manajemen memberikan kepercayaan penuh kepada marketing communication untuk menjaga reputasi dan persepsi IndiHome melalui tim PR. Tim PR berperan sebagai the guardian of reputation IndiHome.
Dok. PR INDONESIA/Ronny

Waktu menunjukkan pukul 4 sore ketika PR INDONESIA menemuinya di gerai kopi yang berada di kantor Telkom Landmark Tower, Jakarta, Senin (31/5/2021). Afifudin menyapa ramah. Ini adalah kali pertama kami berjumpa pria yang karib disapa Afif itu. Meski dilakukan secara tatap muka, wawacara yang berlangsung selama hampir dua jam ini tetap terasa hangat dengan mengedepankan protokol kesehatan.

 

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Dalam percakapan itu, ia bercerita pandemi telah memberikan hikmah tersendiri bagi IndiHome. Apalagi, tidak bisa dipungkiri, IndiHome adalah salah satu produk layanan dari Telkom yang paling mendapat sorotan selama pandemi. Keberadaannya makin dibutuhkan ketika semua manusia di tanah air dipaksa untuk beraktivitas lebih banyak dari rumah. Di sisi lain tuntutan dan ekspektasi pelanggan kepada IndiHome pun makin besar.

Afif tak sedikit pun canggung menghadapi tantangan dan dinamika yang serba baru serta tak terduga di masa pandemi. Padahal, ia tak memiliki latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi. Namun, sejak mendapat amanah Head of Marketing Communication IndiHome yang membidangi marketing dan komunikasi, ia mengaku langsung jatuh hati. Pasalnya, kedua ilmu ini luas. Sementara dunia digital terus berkembang. Ia tertantang untuk terus belajar. Kepada Ratna Kartika dari PR INDONESIA, ia berkisah.

 

Apa dampak yang paling dirasakan oleh IndiHome terhadap operasional dan bisnis selama pandemi?

Pandemi telah mengubah seluruh kebiasaan masyarakat. Rumah saat ini menjadi pusat dari semua aktivitas. Kebutuhan terhadap akses internet broadband dipastikan semakin meningkat. Kondisi ini berdampak bagi IndiHome. 

Berdasarkan data April 2021, jika dibandingkan dengan sebelum adanya kegiatan work from home (WFH) dan learn from home (LFH), terdapat kenaikan yang signifikan. Antara lain, untuk pemakaian e-commerce melesat hingga 156 persen, akses games tumbuh 78 persen, penggunaan komunikasi seperti chat dan video conference meningkat 73 persen, sementara edukasi naik 32,4 persen.

IndiHome sebagai internetnya Indonesia terus berupaya memenuhi kebutuhan digital masyarakat Indonesia dari perkotaan hingga pelosok. Karena besarnya kebutuhan terhadap internet tersebut, akhir tahun 2020, pelanggan IndiHome tercatat mencapai 8,02 juta dengan peningkatan 14,5% YoY. Atau, ada 1,01 juta pelanggan baru selama pandemi.