
Kami sudah mengenal Kristy Nelwan ketika ia masih bekerja di perusahaan penyedia layanan ride-hailing pertama di tanah air. Ketika hijrah ke Unilever dan menjadi head of communication di perusahaan tersebut, prinsipnya tetap sama: menjadi bagian dari perusahaan yang memiliki tujuan dan nilai-nilai yang baik.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Hal ini sejalan dengan prinsip yang senantiasa ditanamkan oleh kedua orangtuanya. Karena itu pula perempuan lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung dan University of Leeds, Inggris tersebut dapat merasakan hidupnya utuh (fulfilled).
Ia juga masih Kristy seperti yang kami kenal, ramah, supel dan energik. Kepada Ratna Kartika dan Rizka Vardya dari PR INDONESIA, Jumat (10/12/2021), perempuan yang mengawali karier profesionalnya sebagai penyiar radio itu menceritakan pengalamannya menjalankan peran sebagai orkestrator komunikasi untuk Unilever dan semua brand-nya di tengah pandemi, harapan serta mimpinya terhadap praktisi komunikasi juga korporasi. Berikut kisahnya.
Apa kabar?
Baik, alhamdulillah.
Selama pandemi, perubahan apa saja yang terjadi di internal karyawan Unilever?
Perubahannya jelas ada di kecepatan. Level ketegangan di kalangan internal juga berubah. Karyawan menjadi lebih tegang karena selalu saja ada hal baru yang membuat mereka khawatir. Tingkat keingintahuan karyawan pun meningkat. Adalah tugas kami di bagian function communication untuk dapat memberikan informasi yang sesuai dan memastikan semua informasi tersebut terkonfirmasi dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk, mengomunikasikan setiap regulasi dengan bahasa yang mudah dimengerti dan diimplementasikan.
Kami juga mendukung upaya untuk mengurangi burn out di kalangan internal yang dijalankan oleh komite khusus untuk employee well-being. Komite ini dipimpin langsung oleh salah satu anggota board of director Unilever Indonesia. Sementara anggotanya merupakan karyawan dari setiap fungsi yang dengan secara sukarela mendedikasikan waktunya untuk mengelola komite ini. Contoh aktivitasnya adalah mengundang Marissa Anita, founder Greatmind, untuk bicara mengenai mental health pada hari kesehatan mental sedunia tahun ini.
- BERITA TERKAIT
- Boy Kelana Soebroto, Ketua Umum PERHUMAS 2024-2027: Humas di Indonesia Go Global!
- Eko Nopiansyah Head of Corporate Communications PT BSI Tbk: Tidak Ada Batasan Menjadi Mahir
- Nurul Qoyimah, Kepala Humas BPKH: Menjaga Kepercayaan Umat lewat Data dan Integritas
- Ainul Yaqin, BTPN Syariah: Menjadi PR Inklusif dan Adaptif
- Siti Nadia Tarmizi, Kabiro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes: Komunikasi yang Menenangkan