
Di tengah maraknya penggunaan kecerdasan buatan generatif untuk mencari informasi, pola perilaku publik berubah signifikan. Fenomena ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi praktisi komunikasi dan public relations (PR).
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Studi terbaru Maverick dalam white paper bertajuk AI Visibility of Indonesian Banks 2025: A Study on Generative Research and Source Influence in Indonesia mengungkap hampir 70 persen rujukan artificial intelligence (AI) bersumber dari editorial media (earned media). Temuan tersebut didasarkan pada analisis terhadap lebih dari 400 prompt pengguna di enam platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Perplexity, Copilot, Google AI Overview, dan Grok selama Juli 2025.
Founder Maverick Indonesia Ong Hock Chuan menjelaskan, hasil studi tersebut menegaskan bahwa komunikasi yang sukses dewasa ini harus dilandaskan pada pemahaman mendalam tentang bagaimana memengaruhi AI. Dalam konteks ini, katanya, membuka peluang besar bagi para profesional PR dengan pemahaman terkait strategi earned media, menjaga konsistensi pesan, dan membangun kredibilitas.” “Pencarian berbasis AI berpotensi menjadi influencer paling berpengaruh dalam manajemen reputasi dan brand modern,” ujarnya dalam siaran pers yang PR INDONESIA terima, Kamis (28/8/2025).
Lebih lanjut white paper tersebut, Ong menerangkan, AI juga jarang menghasilkan penilaian negatif terhadap brand. Dalam konteks ini, mayoritas output cenderung netral atau positif, dengan 71 persen sitasi berasal dari artikel yang terbit dalam satu tahun terakhir. Hal ini menunjukkan preferensi AI pada sumber kredibel yang aktual dan relevan.
Sebelumnya dijelaskan, studi yang dipaparkan Maverick Indonesia dalam forum The Comms Club Vol. 15: Your Bank’s AI Visibility and Why This Matters itu berfokus pada industri perbankan, khususnya bank KBMI 4 dan KBMI 3. Penilaian dilakukan terhadap lima pilar reputasi utama, yaitu stabilitas keuangan, kepatuhan dan tata kelola, keamanan data, pengalaman dan kepercayaan nasabah, serta nilai dan persepsi merek.
“Earned Media” Memang Memainkan Peran Efektif
Memperkuat temuan yang dipaparkan, Chief Marketing Officer Kompas Gramedia Group sekaligus Chairman Indonesia Digital Association (IDA) Dian Gemiano dalam kesempatan tersebut mengatakan, AI memang memiliki preferensi untuk mengutip earned media dalam menyajikan informasi.
Hal tersebut terbukti ketika Kompas.com melakukan uji coba dengan membuka akses GridOto kepada AI. “Ketika pengguna meminta AI membandingkan merek mobil, baik dari segi harga maupun spesifikasi, jawabannya kerap merujuk pada artikel dari GridOto. Hal ini menunjukkan bahwa earned media terus memainkan peran efektif dalam membentuk informasi yang dijadikan rujukan oleh AI,” ujarnya.
Menyikapi dinamika tersebut, Maverick Indonesia kemudian meluncurkan layanan Maverick Generative Engine Optimization (MavGEO). Inovasi ini bertujuan membantu klien menentukan sekaligus meningkatkan visibilitas mereka di platform AI, dan mengambil langkah proaktif menghadapi potensi misinformasi. “Algoritma AI akan terus berubah, tetapi satu hal pasti: AI akan tetap menjadi sumber informasi otoritatif. Karena itu, berdiam diri saja tidak cukup. Mereka yang lebih cepat beradaptasi akan memenangkan visibilitas brand,” tandas Ong. (EDA)
- BERITA TERKAIT
- Studi Terbaru Maverick Indonesia Ungkap AI Lebih Percaya “Earned Media”
- “Golden Hour” dalam Krisis, Belajar dari Kasus Dugaan Pelecehan Oleh Rektor UNM
- Komunikasi Digital dan Media Sosial di Tengah Tren Pedagang Keliling Kekinian
- Inke Maris & Associates Kembali Catatkan Prestasi
- Menengok Upaya Muhammadiyah Zona I Perkuat Komunikasi Digital