Menurut Chairman Kiroyan Partners Noke Kiroyan terdapat cara efektif dalam merancang komunikasi strategis yang berdampak melalui prinsip ROPE. Apa saja?
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Setiap praktisi public relations (PR) pasti paham kalau strategi yang efektif tidak lahir secara instan. Perlu adanya proses yang terstruktur, sebagaimana ditegaskan Chairman Kiroyan Partners Noke Kiroyan, agar efektif dalam mencapai tujuan tertentu.
Dalam tulisannya di majalah PR INDONESIA edisi 115 Juli-Agustus 2025, Noke mengutip buku Principles of Strategic Communication (2021) karya empat orang profesor Ilmu Komunikasi Amerika Serikat menjelaskan, guna memastikan hal tersebut praktisi PR dapat menggunakan kerangka ROPE (research, objective, programming, evaluation). Berikut penjelasannya. Yuk, catat!
1. Kenali Masalah dan “Stakeholder”
Pada aspk riset (research), praktisi PR perlu memahami segala persoalan yang dihadapi institusi mulai dari masalah (problem) nyata maupun potensi masalah, dan juga memetakan para pemangku kepentingan sehingga strategi komunikasi tidak melesat dari konteks dan kebutuhan audiens.
2. Rumuskan Sasaran Secara Jelas
Rumusan tujuan (objective) perlu dijabarkan secara rinci dan terukur. Noke menekankan, penetapan tujuan wajib berangkat dari hasil langkah sebelumnya (riset) sebagai bahan pertimbangan utama. “Untuk menjadi dasar penilaian keberhasilan upaya atau program yang akan dijalankan,” jelasnya.
3. Pembuktian Strategi Menjadi Aksi
Tahapan pelaksanaan program (programming) menjadi bentuk konkrit dari strategi yang diimplementasikan menjadi aksi. Penentuan tema, penempatan media berbayar, event dan alat pendukung lainnya menjadi bagian operasional dalam tahapan ini. Pelaksanaa program yang efektif, tegas Noke lagi, harus berfokus pada tujuan dan riset tahap awal.
4. Ukur Dampak dan Evaluasi
Tahap terakhir yakni evaluasi (evaluation) diperlukan untuk menilai sejauh mana program komunikasi mencapai tujuan yang ditetapkan. Tahapan ini, lanjut Noke, menjadi bentuk akuntabilitas pertanggungjawaban praktik kerja PR sekaligus menjadi bahan pembelajaran untuk menyempurnakan strategi ke depan.
Dengan menerapkan keempat tahapan di atas, praktisi PR diyakini dapat menciptakan dampak komunikasi yang terstruktur, relevan dan efektif. Lebih dari itu, kerangka ROPE tidak hanya dapat diaplikasikan dalam kampanye tetapi juga efektif digunakan dalam advokasi isu, termasuk pemulihan reputasi pascakrisis, hingga advokasi antikorupsi. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! (EDA)
- BERITA TERKAIT
- Mengenal Kerangka “ROPE” dalam Merancang Komunikasi Strategis
- Tentang Peran PR Ketika Reputasi Makin Diperhatikan “Stakeholder”
- 4 Hal yang Wajib Dipahami dan Dipegang Erat Setiap Praktisi PR
- Catat! 4 Hal Penting untuk Menavigasi Tren PR di 2026
- Prinsip 3E Jadi Fondasi Komunikasi Publik Efektif Apindo