Sekretariat Kabinet (Setkab) menorehkan prestasi dengan menembus tiga besar lembaga pemerintah berkinerja terbaik berdasarkan persepsi publik. Gaya komunikasi Seskab Teddy Indra Wijaya dinilai menjadi faktor kunci yang mendorong capaian tersebut.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Belum lama ini Cyrus Network merilis hasil survei terbarunya terkait kinerja lembaga pemerintah berdasarkan persepsi publik. Dalam survei tersebut, Cyrus Network menempatkan Sekretariat Kabinet (Setkab) di peringkat ketiga lembaga pemerintah dengan kinerja terbaik berdasarkan persepsi publik berkat capaian skor 86,3 persen.
Dalam pemeringkatan tersebut, Setkab hanya berada di bawah Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan yang masing-masing menempati posisi pertama dan kedua. Capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari peran komunikasi publik yang dijalankan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Peneliti utama Cyrus Network Syahril Ilhami menyebut, pendekatan komunikasi yang dilakukan sejatinya menjadi faktor penting dalam membentuk persepsi positif masyarakat. “Publik saat ini menyukai cara komunikasi yang disampaikan,” ujar Syahril dalam keterangannya, dikutip dari RRI, Senin (20/4/2026).
Dalam konteks Setkab, selain komunikasi, aspek tata kelola administratif yang efisien juga memperkuat citra positif. Menurut Syahril, kombinasi antara pengelolaan yang rapi dan penyampaian kebijakan yang jelas berdampak langsung pada peningkatan kepercayaan publik. “Tata kelola yang rapi dan penyampaian kebijakan yang jelas membuat kepercayaan publik meningkat,” lanjutnya.
Posisi Setkab yang berada di pusat pengambilan keputusan pemerintahan juga menjadi nilai strategis. Di bawah kepemimpinan Teddy, lembaga ini dinilai mampu menjaga stabilitas sekaligus memastikan komunikasi kebijakan tetap jelas dan minim polemik. Menurut Syahril, pendekatan komunikasi yang adaptif dan terukur disebut menjadi kunci keberhasilan tersebut. “Gaya komunikasi yang terukur membuat program pemerintah lebih mudah diterima masyarakat,” kata Syahril.
Komunikasi Strategis dan “Media Handling”
Dalam perspektif komunikasi strategis, eksposur publik turut menjadi faktor penting. Peneliti CSIS Arya Fernandes menilai, lembaga yang aktif hadir di ruang publik dan memiliki narasi program yang jelas cenderung memperoleh penilaian lebih baik. “Kementerian atau lembaga yang sering muncul di publik dan memiliki narasi program yang jelas cenderung dinilai lebih baik,” ucap Arya.
Lebih jauh, dari sisi praktik komunikasi, pakar komunikasi digital Anthony Leong menyoroti pentingnya kemampuan pejabat dalam merespons media (media handling). Ia menilai kemampuan menjawab pertanyaan secara tenang, jelas, dan terstruktur mencerminkan kapasitas komunikasi yang kuat. “Ketika seorang pejabat mampu menjawab banyak pertanyaan secara tenang, jelas, dan terstruktur, itu menunjukkan kapasitas komunikasi yang kuat,” tutur dia.
Ia menambahkan, keterbukaan, kecepatan respons, serta konsistensi pesan menjadi faktor kunci dalam membangun kredibilitas di tengah tuntutan transparansi publik yang makin tinggi. “Tidak harus sering tampil, tetapi muncul pada momen yang tepat untuk merespons isu strategis, itu justru efektif,” pungkasnya. (Fadhil Pramudya)
- BERITA TERKAIT
- Setkab Catatkan Prestasi dalam Survei Cyrus Network Tentang Persepsi Publik
- Tak Sekadar Jadi Jubir, Humas Polri Dituntut Aktif Bangun Kepercayaan Publik
- Ajak Kolaborasi, Menko PM Sorot Peran “New Media” dalam Program Pemerintah
- Literasi hingga Transparansi, Ini Kata Pakar Soal Pembatasan Medsos bagi Anak
- Menyoal Siapa Dirigen Komunikasi Pemerintahan Prabowo