Xennials, Target Audiens yang Tak Kalah Penting

PRINDONESIA.CO | Kamis, 10/01/2019
Dibutuhkan usaha besar untuk mengubah opini xennial
Dok. PERHUMAS

Saking sibuknya memerhatikan millennial, kadang kita lupa dengan xennials, the new adulthood yang senang diajak bereksperimen.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Saking sibuknya memerhatikan millennial, kadang kita lupa dengan target audiens yang tak kalah penting, yakni xennials. Mereka adalah generasi yang lahir di antara generasi X dengan millennials atau tahun 1977 – 1985. Dalam Konvensi Nasional Humas di Jakarta, Selasa (11/12/2018), CEO JWT Indonesia Marianne Admardatine menyebut generasi ini sebagai the new adulthood. “Mereka menikmati analog dan digital, tidak suka bekerja konvensional, namun belum bisa bekerja di mana saja seperti millennial dan sudah memiliki cukup uang,” ujarnya. Umumnya, mereka adalah orang tua muda yang senang diajak bereksperimen.


Menurut Marianne, diperlukan usaha yang besar untuk mengubah opini generasi ini. “Bagaimana produk dapat memengaruhi hidup mereka, itu yang penting kita telusuri. Sebab, mereka skeptis terhadap iklan,” imbuhnya. Untuk menaklukkan mereka, brand harus otentik, libatkan dalam setiap dialog/diskusi/tukar pendapat, ceritakan bagaimana brand dapat mengubah hidup mereka. (rvh)