Inilah yang Mengharuskan Kinerja PR Lebih Digital

PRINDONESIA.CO | Kamis, 10/01/2019
Dukungan IT memungkinkan PR bekerja 24/7, cepat merespons, mencari jalan keluar secara real-time, mengendus informasi dan kebenaran karena selalu terkoneksi
Dok. PERHUMAS

Kualitas internet yang makin baik dan cepat mengharuskan PR melek digital dan mampu mentransmisikan informasi secara cepat, real-time, serta selalu terkoneksi.

JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Ya, keterjangkauan dari segi teknologi informasi dan fasilitas broadband Indonesia saat ini telah mencapai 57 kabupaten/kota, 28 kota interkoneksi dengan total panjang 13.000 km. Laporan ini diperoleh dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara saat menjadi pembicara di acara Konvensi Nasional Humas, di Jakarta, Selasa (11/12/2018). Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian dinamis pun berdampak pada terjadinya pergeseran tugas Kemenkominfo dari yang awalnya regulator ke fasilitator, bahkan akselerator. “Kemenkominfo memastikan seluruh Indonesia memiliki jaringan broadband yang lebih bagus melalui Palapa Ring,” katanya.

Menurut Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, kondisi ini juga mengubah cara kerja public relations (PR). Saat ini PR harus bisa cepat merespons, menindaklanjuti, mencari jalan keluar bahkan secara real-time, mengendus informasi dan kebenaran, melakukan penyelesaian masalah secara paralel. “Dengan dukungan IT, semua itu mungkin dilakukan. Bekerja bisa 24/7 dan selalu terkoneksi,” ujarnya. “Lainnya yang harus dilakukan PR di era perkembangan teknologi yang dinamis dan penuh keterkejutan adalah pentingnya membangun relasi dan kolaborasi,” katanya seraya mengimbau seluruh humas pemerintah untuk bekerja sama memanfaatkan aset digital dalam mengomunikasikan pencapaian pemerintah. (rvh)