
Seluruh dunia dikejutkan oleh Tragedi Kanjuruhan yang telah menelan nyawa ratusan pemuda Indonesia dalam laga sepak bola di Malang, Jawa Timur. Angkanya berbeda-beda tetapi berada di kisaran 130, dan beberapa ratus orang lagi mengalami cedera. Klub-klub sepak bola ternama dunia, di antaranya Chelsea, Liverpool, Barcelona, Manchester City, hingga Manchester United memberikan penghormatan kepada mereka yang telah meninggal dalam kejadian yang seharusnya dapat dihindari itu.
Oleh: Noke Kiroyan, Chairman & Chief Consultant KIROYAN Partner
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Pemimpin-pemimpin dunia juga telah menyatakan belasungkawa atas kejadian ini, termasuk Presiden Jerman dan Raja Inggris Charles III. Kalau selama ini pemberitaan tentang Indonesia sangat minim di media internasional, mendadak seluruh dunia memberitakan kejadian ini, tidak ketinggalan media-media papan atas seperti Guardian, New York Times, dan Washington Post.
Saya mendengarkan sendiri pemberitaan di saluran televisi internasional seperti CNN, BBC, Deutsche Welle, Al Jazeera, hingga TRT World, siaran Turki dalam Bahasa Inggris. Turki kini melakukan rebranding nama negaranya menjadi Türkiye yang telah mendapatkan persetujuan PBB dan TRT World memegang peranan penting dalam mengenalkannya ke masyarakat dunia.
Komunikasi Bencana
Tulisan ini tidak akan mengupas sebab musabab Tragedi Kanjuruhan atau berikhtiar menginterpretasikan kejadian ini dari segi pengamanan maupun faktor-faktor lainnya. Sebab, ada pihak-pihak yang lebih berkompeten untuk melakukan penilaian itu. Lagi pula, Tim Gabungan Pencari Fakta yang khusus dibentuk dan diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, sudah melakukan tugas dan menyerahkan temuan serta rekomendasinya kepada pemberi tugas, Presiden Jokowi. Saya hanya akan menelaah dari sisi komunikasi oleh berbagai pihak dalam kaitan ini dan pelaksanaan disaster communication atau komunikasi bencana secara umum.
Para pejabat pemerintah tertinggi telah mengambil langkah-langkah yang benar disertai komunikasi yang sepadan. Presiden RI Joko Widodo segera menyatakan dukacita yang mendalam dan memberikan perintah untuk melakukan investigasi serta evaluasi secara menyeluruh terhadap prosedur serta penyelenggaraan pertandingan. Selain itu, Presiden juga secara tegas memerintahkan semua pertandingan Liga 1 PSSI dihentikan sampai evaluasi selesai dilakukan.
- BERITA TERKAIT
- Mencetak Paket Komplit PR Spesialis Perbankan
- Evolusi Lanskap Komunikasi, Perspektif Baru Pengukuran
- Peran Kepemimpinan dalam Keberhasilan Mengelola "Stakeholder"
- Kunci Keberhasilan Public Affairs di 2025
- Humas Pemerintah, Mau Dibawa ke Mana?