BSI Gandeng FEB UI Perkuat Literasi Keuangan Syariah

PRINDONESIA.CO | Rabu, 27/09/2023
Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho memaparkan materi pada kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.
Dok. BSI

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) optimistis jumlah nasabah bisa menembus angka 20 juta pada akhir tahun 2023. Untuk itu, BSI terus menggencarkan literasi dan inklusi keuangan syariah, termasuk dengan menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).

JAKARTA, PRINDONESIA.CO – Pada bulan Mei 2023, BSI telah berhasil mencatat 19 juta nasabah, menjadikannya bank dengan jumlah nasabah terbanyak ke-5 di Indonesia. Pertumbuhan yang signifikan ini terjadi sejak BSI didirikan pada tahun 2021, dengan penambahan 5 juta nasabah dalam periode 2,5 tahun.

Direktur Keuangan dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho menjelaskan bahwa pertumbuhan ini adalah hasil dari upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuangan syariah sejak awal berdirinya BSI. "Selama 2,5 tahun, kami berhasil menambah 5 juta nasabah, dan saat ini jumlahnya mencapai 19 juta. Kami optimis dapat mencapai 20 juta nasabah pada akhir tahun ini," ujarnya dalam kuliah umum di FEB UI.

Cahyo juga menyoroti pentingnya meningkatkan inklusi keuangan syariah di Indonesia. Saat ini, inklusi keuangan syariah baru mencapai 12,12%, jauh di bawah indeks keuangan secara umum yang mencapai 85,10%. Literasi keuangan syariah juga masih rendah, hanya mencapai 9,14% pada tahun 2022. Oleh karena itu, BSI mengajak seluruh komunitas akademik di FEB UI untuk bersama-sama berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan inklusi keuangan syariah di negara ini.

BSI berkomitmen untuk memberikan layanan perbankan syariah yang optimal kepada civitas akademika FEB UI, yang terdiri dari lebih dari 6.000 orang, termasuk dosen dan karyawan. Mereka berharap dapat menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan syariah, termasuk tabungan, pembiayaan, dan layanan manajemen keuangan, yang sesuai dengan prinsip syariah.

Selain itu, BSI juga berupaya membangun ekosistem yang melibatkan mahasiswa, dosen, dan pegawai dalam kegiatan seperti kuliah, diskusi kelompok, program magang di BSI, bantuan pendidikan dalam bentuk program BSI Scholarship dan BSI Sociopreneur bagi mahasiswa berprestasi serta pemanfaatan produk dan layanan jasa perbankan syariah yang meliputi tabungan dan pembiayaan sesuai prinsip syariah.

“BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan literasi dan menyediakan produk-produk keuangan syariah yang dibutuhkan masyarakat melalui ekosistem keuangan yang terintegrasi. Hal ini demi meningkatkan inklusi keuangan syariah kepada masyarakat Indonesia. Untuk itulah dengan adanya kegiatan ini, kami juga optimis bahwa bank syariah dapat menjadi pilihan finansial bagi anak muda ke depannya,” paparnya.

Dalam acara yang sama, Muliaman D. Hadad, seorang praktisi keuangan syariah dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah di Indonesia. Terlebih ekosistem keuangan syariah mencakup keuangan komersial dan sosial syariah, industri halal, komunitas dunia usaha, hingga ekosistem pendukung ekonomi syariah.

"Ekosistem yang saya maksud ini bukan hanya keuangan syariah tapi semua stakeholder atau partisipan yang masuk di dalam sistem ekonomi syariah. Ini menjadi bagian dari ekosistem yang harus diakselerasi kemajuannya," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB UI Teguh Dartanto juga menyoroti potensi pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia. Meskipun penetrasi keuangan syariah baru mencapai sekitar 7% dalam 5 tahun terakhir, masih ada ruang pertumbuhan yang besar mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim.

 

“Dunia pendidikan mencetak talenta-talenta berkualitas, kami tidak bisa sendiri. Membutuhkan support dari dunia industri. Agar lulusan kami ada link and match. Dan pendidikan, pengajaran kami juga ada link and match antara dunia teori sama dunia praktek ini yang menurut saya adalah hal yang sangat penting sekali bagaimana kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri,” tuturnya.

Dalam rangka mendukung FEB UI, BSI juga memberikan dukungan untuk renovasi ruang sekretariat Program Studi S1 Reguler Ilmu Ekonomi Islam dan S1 Reguler Bisnis Islam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Renovasi ini diharapkan dapat membantu FEB UI menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman bisnis Islam yang kuat, etika tinggi, dan kemampuan riset yang baik untuk bersaing di pasar global yang halal sesuai dengan nilai-nilai Islam. (mfp)