
Hidup adalah pesta. Harus dirayakan. Itu adalah mantra Emmy dalam menjalankan aktivitas keseharian. Dengan keyakinan ini pula, ia melihat berbagai hambatan dan masalah sebagai bagian dari dinamika yang menyenangkan.
JAKARTA, PRINDONESIA.CO - Latar belakang sebagai wartawan selama sebelas tahun mengantarkan perempuan bernama lengkap Emmy Kuswandari ini mengenal banyak karakter dan luwes dalam membangun komunikasi. “Ada nasihat yang selalu saya pegang sejak jadi wartawan hingga saat ini. Mentor saya bilang, ‘kejamilah dirimu sendiri, sebelum kamu dikejami oleh orang lain (pembacamu)’,” ujar Emmy kepada PR INDONESIA di Jakarta, awal Oktober 2019. “Meski tak lagi jadi wartawan, di korporasi ini saya belajar lebih keras lagi,” lanjutnya.
Emmy mengawali karier profesionalnya sebagai penyiar Radio Sonora di Yogyakarta sejak masih kuliah. Ia lantas memberanikan diri bekerja sebagai wartawan di ibu kota. Kepada Aritides Katoppo, jurnalis senior Sinar Harapan yang belum lama ini wafat, ia mengajukan lamarannya.
Meski sebagai wartawan adalah cinta pertamanya, tetapi ada satu titik di mana Emmy harus memutuskan untuk berganti profesi. Pilihannya jatuh pada Sinar Mas. Emmy perlu waktu enam bulan sebelum akhirnya mantap hijrah menjadi public relations (PR). Profesi yang berseberangan ketika masih menjadi wartawan—dulu dilayani, sekarang melayani.
Begitu bergabung, yang ia hadapi bukan lagi soal adaptasi, tapi isu-isu besar. Salah satunya, illegal logging. Ia mengenang masa itu sebagai masa perkenalan yang menyenangkan. “Di tahun-tahun awal saya bergabung, saya justru tidak langsung berhadapan dengan wartawan. Tapi, bergulat dengan good corporate governance (GCG),” katanya. Baru sekitar sepuluh tahun belakangan, Emmy menangani komunikasi Sinar Mas. Tepatnya, di President Office Sinar Mas. Tugasnya, mendukung dan menjembatani berbagai pilar bisnis di bawah Sinar Mas. Sejak 2012 hingga kini, ia menggawangi komunikasi untuk nasional media di Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas.
Selama itu pula perempuan yang mengantongi akreditasi MIPR ini menerima tantangan silih berganti. Mulai dari isu kebakaran, sosial, sampai yang paling seru, perkembangan media sosial yang maha dahsyat. “Khusus yang terakhir, sungguh mengasyikkan. Saya banyak belajar. Salah satunya, belajar memetakan sosial media yang sangat cair,” ujarnya.
Bukan Pemain Tunggal
Ia meyakini dalam menjalankan perannya, PR bukanlah pemain tunggal. Melainkan menjahit kerja sama dengan berbagai divisi dan menyatukan visi top management. “Bagi saya, kebahagiaan sebagai seorang PR adalah ketika kita berhasil mengangkat sosok yang tak tampak dalam rantai pekerjaan menjadi hero yang menginspirasi banyak orang,” katanya.
Contoh, ia bersama tim mengangkat keberadaan para petani yang selama ini mendapat pendampingan dari APP Sinar Mas melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Bagian dari strategi komunikasi itu tanpa diduga membawa salah satu dari petani tadi menerima apresiasi sebagai satu dari 74 ikon perubahan dari Indonesia di acara Konferensi Perubahan Iklim (COP) ke-22 yang diselenggarakan di Maroko.
Ketika ditanya soal me time, Emmy menjawab sederhana. Datang ke kantor, buka laptop, lalu menulis apa yang ada di dalam pikirannya. Selain itu, ia dikenal suka jogging dan lari. Hidupnya dibuat seimbang dengan aktif bergaul di luar kehidupan kantor. Salah satunya, bergabung dengan komunitas lari Sinar Mas Runners dan Skolari, Yayasan Syair Kehidupan, gerakan Perempuan Berkebaya, dan banyak lagi. Emmy juga hobi bersepeda, berkemah, trail run, sampai memancing di laut. Aktivitas itu kerap ia lakukan bersama keluarga dan rekan media. Prinsipnya, bertemanlah dengan tulus, bukan karena pekerjaanmu. (rtn)
- BERITA TERKAIT
- Kartika Octaviana, VP Corporate Communication PT Amman Mineral Internasional Tbk
- Madania Fariha Shifa, Best Presenter PRIA 2025: Bukan “People Pleaser”
- Ahmad Fauzi, Corporate Communication PT Pupuk Kujang: Ilmu Kehidupan
- Milla Suciyani, Senior Manager Communication and Stakeholder Relations PT Kilang Pertamina Internasional (KPI): “Do the Best”
- M. Andra Arivianto, Corporate Communications Spv PT Mandiri Tunas Finance: Berani Ambil Risiko